Nasrallah: Gerakan Asing Anti-Hizbullah Kali Ini Terparah Dalam 50 Tahun Terakhir

0
128

Beirut, LiputanIslam.com –  Pemimpin Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menyatakan bahwa kedutaan besar asing dan negara-negara Arab Teluk Persia telah menggelontorkan dana puluhan miliar dolar kepada media agar menyudutkan Hizbullah melalui berita-berita hoax.

“Mereka mengeluarkan dana demi penyebaran racun. Mereka melampaui batasan dusta hingga mencapai provokasi, makian, dan hujatan anti Hizbullah,” ujarnya dalam pidato pada momen peringatan Hari Asyura yang ditayangkan saluran TV Al-Manar milik Hizbullah, Ahad (30/8/2020).

Menurutnya, apa yang mereka lakukan sekarang merupakan yang terparah dalam kurun waktu empat atau lima dekade terakhir. Karena itu, dia menyerukan pemboikotan terhadap media yang bercorak demikian, penguatan kemampuan media internal, dan eksistensi rakyat di media sosial secara efektif.

Dia juga menyebutkan bahwa Hizbullah sendiri pernah ditawari dana yang besar, kekuasaan, dan pengembangan sistem politik asalkan bersedia menanggalkan visi dan misinya, namun Hizbullah menolaknya.

Mengenai tragedi ledakan Pelabuhan Beirut, Nasrallah juga meminta kepada militer Libanon mengumumkan hasil penyelidikan insiden 4 Agustus 2020 yang menjatuhkan ratusan korban tewas dan ribuan korban luka tersebut.

Dia juga memperbaharui penolakan tegasnya terhadap Israel meskipun seandainya seluruh dunia mengakui eksistensi negara ilegal Zionis tersebut, dan Hizbullah tetap akan membalas darah anggota seniornya yang terbunuh oleh serangan Israel di Damaskus, meski bukan berarti segera terlibat dalam konfrontasi di perbatasan Libanon dengan Israel (Palestina pendudukan 1948).

“Israel hendaklah mengetahui; ketika kamu membunuh satu pejuang kami maka kamipun akan membunuh satu tentaramu. Inilah perimbangan itu, masalahnya adalah masalah lapangan, masalahnya adalah waktu,” tegasnya.

Nasrallah mengatakan, “Ada pihak yang ingin memaksakan pendudukan melalui kekuatan, pembunuhan, pelaparan, dan blokade ekonomi. Dalam perlawanan terhadap kebatilan ini, ada pihak lain yang bersiteguh pada kebenaran, berjuang demi ini, dan dari berbagai negara, bangsa dan gerakan-gerakan resistensi mereka melawan pendudukan ini.”

Dia lantas mengutuk semua upaya pengakuan atas Israel yang dilakukan oleh negara, kelompok, tokoh, dan partai apapun, termasuk para pejabat Uni Emirat Arab (UEA) yang semula terselubung kini terang-terangan melakukannya.

Sekjen Hizbullah itu meningatkan bahwa Israel menentang penjualan jet tempur F-25 AS kepada UEA karena rezim Zionis itu memang tidak percaya kepada bangsa manapun dan ingin mempertahankan superioritas militernya.

“Begitulah mereka memperlakukan orang yang justru merangkak kepada mereka; damai berbalas hinaan dan celaan,” ujarnya.

Nasrallah juga menyebut-nyebut nama kelompok teroris Negara Islam (IS/ISIS/DAESH) dengan mengatakan bahwa dewasa ini ada upaya-upaya baru untuk mereproduksinya di Irak dan Suriah.

Dia juga menyinggung pandemi Covid-19 dengan menekankan bahwa kepatuhan kepada protokol kesehatan merupakan kewajiban syar’i dan diniyah sehingga pelanggaran atasnya merupakan maksiat yang akan diminta pertanggungjawabannya pada hari kiamat. (mm/raialyoum/alalam)

Baca juga:

Dibantu UEA, Israel Dilaporkan Bangun Pangkalan Intelijen di Pulau Yaman

UEA Resmi Cabut UU Pemboikotan Israel

 

DISKUSI: