Mufti Irak: Sunni dan Syiah Siap Berjihad Melawan Pasukan AS

0
60

Baghdad, LiputanIslam.com –  Mufti senior Sunni Irak Syeikh Mahdi al-Samidaei menyatakan bahwa mayoritas kaum Muslim Sunni dan Syiah di negara ini siap berjihad demi mengusir pasukan Amerika Serikat (AS) dari Negeri 1001 Malam itu.

“8 dari 10 Syiah siap untuk perlawanan dan mengusir pasukan AS, dan banyak pihak, termasuk Sayid Muqtada Sadr (ulama muda Syiah Irak) mendukung perlawanan,” kata Syeikh al-Samidaei, seperti dikutip situs berita al-Maaloumeh, Ahad (9/8/2020).

Dia menambahkan bahwa Sunni juga lebih siap dibandingkan dengan tahun 2003 (ketika AS menyerang Irak) untuk melawan kebercokolan tentara AS.

Pada 6 Januari 2019 parlemen Irak mengesahkan undang-undang untuk pengusiran pasukan asing dari wilayah Irak.

Pengesahan itu dilakukan dua hari setelah pasukan AS meneror dan membunuh komandan Pasukan Quds Koprs Garda Revolusi Islam (IRGC) Letjen Qassem Soleimani, Wakil Ketua dari kelompok relawan Irak al-Hashd al-Shaabi, Abu Mahdi Al-Muhandis, dan beberapa rekan seperjuangan mereka di dekat bandara Baghdad.

Anggota parlemen senior di Irak telah berulang kali menegaskan bahwa pasukan asing harus keluar dari negara ini sesuai undang-undang tersebut.

“Persetujuan untuk mengusir pasukan asing telah diratifikasi, pemerintah sebelumnya berkomitmen demikian, dan hal ini kemudian berubah menjadi undang-undang yang wajib (diterapkan),” ungkap Ahmad al-Assadi, ketua faksi al-Sanad al-Watani di parlemen, seperti dikutip situs berita al-Ahd pada bulan Juni lalu.

Dia juga menekankan bahwa tak akan ada pembicaraan untuk perpanjangan waktu penempatan pasukan asing di Irak. (mm/fna)

Baca juga:

Sebuah Perusahaan Komunikasi Irak Disebut Terlibat dalam Teror Qassem Soleimani

Irak Sebut Serangan Drone AS-Israel atas al-Hashd al-Shaabi Bisa Terulang Kembali

 

DISKUSI: