Moskow Pastikan UU Caesar Tak Pengaruhi Kerjasama Militer Rusia  dengan Suriah

0
149

Moskow, LiputanIslam.com –  Pemerintah Rusia memastikan bahwa sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Suriah tidak akan mempengaruhi kerjasama Moskow-Damaskus di bidang militer dan perang melawan terorisme.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengingatkan bahwa ribuan rakyat jelata Suriah berada di ambang batas ketahanan hidup akibat sanksi sepihak yang sudah bertahun-tahun diberlakukan AS terhadap Suriah.

Kementerian Negeri Beruang Merah ini dalam statemennya yang dirilis Rabu (18/06/2020) menyatakan, “Washington menyadari sepenuhnya bahwa sanksi sepihak AS yang telah berlaku selama beberapa tahun, yang sekarang ditambah dengan pembatasan baru (Undang-Undang Caesar – red.), telah menyebabkan devaluasi pound Suriah serta lonjakan harga bahan bakar, makanan, dan kebutuhan pokok. Akibatnya, ribuan warga jelata Suriah , menurut perwakilan dari badan-badan kemanusiaan khusus PBB, benar-benar berada di ambang batas ketahanan hidup.”

Baca: Pertama Kali, Suriah Tanggapi UU Caesar AS

Seeprti diketahui, UU Caesar anti-Suriah diberlakukan AS sejak 17 Juni 2020 dengan tujuan memaksilkan tekanan ekonomi dan politik terhadap pemerintahan Presiden Suriah Bashar Assad dan meniadakan peluang baginya  untuk menjadikan kemenangan militernya di lapangan sebagai modal politik.

Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menyebut UU itu sebagai senjata pamungkas AS untuk menundukkan Suriah setelah AS kalah dalam perang proksi di Suriah.

Baca: Nasrallah: Kalah Perang di Suriah, AS Jadikan “UU Caesar” Senjata Pamungkas

(mm/raialyoum)

DISKUSI: