Militer Israel Nyatakan Siap Lancarkan Operasi Militer Masif Di Jalur Gaza

0
166

TelAviv, LiputanIslam.com Pasukan komando selatan Rezim Zionis Israel mempertahankan status siaga tinggi terhadap Jalur Gaza, dan para pejabat keamanannya memandang bahwa jika petinggi politik  mengambil keputusan maka mereka akan siap melancarkan militer operasi segera di Jalur Gaza.

Dikutip Rai Al-Youm, Ahad (24/4), saluran Kan milik Israel melaporkan, “Pasukan Komando Selatan-lah yang merekomendasikan petinggi politik untuk tidak menyetujui tanggapan militer terhadap penembakan roket pada malam lalu dari Gaza, sebab persepsi yang ada di lembaga keamanan ialah bahwa mencegah masuknya pekerja dari Gaza lebih efektif daripada pemboman.”

Sementara itu, surat kabar Yedioth Ahronoth mengutip pernyataan sumber-sumber keamanan Israel bahwa tentara sangat siap untuk operasi militer skala besar di Jalur Gaza, dan minggu depan akan menentukan.

Surat kabar Israel itu menyebutkan bahwa peluncuran roket dari Gaza ke Israel menyebabkan tentara mempersiapkan serangkaian target ofensif di Jalur Gaza dan membuat mereka bersepakat dengan para petinggi politik.

Menurut Yedioth Ahronoth, para pemimpin politik Israel memutuskan untuk menanggapi peluncuran roket itu dengan “pesawat sipil” di atas Jalur Gaza. Dan selain bersiap untuk menyerang sasaran di Gaza, tentara merekomendasikan kepada pimpinan politik untuk menahan diri dari serangan kali ini dan menggantinya dengan mencoba menerapkan sanksi sipil sebagai alternatif.

Sanksi Israel itu dilakukan dengan menutup pintu perbatasan Beit Hanun (Erez) untuk pertama kalinya sejak mengizinkan puluhan ribu pekerja Palestina bekerja di dalam wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948) di mana sekitar 10.000 pekerja masuk untuk bekerja setiap minggu. Israel memutuskan untuk menutup pintu perbatasan itu sampai hari Ahad dan kembali mengevaluasi situasi keamanan.

Jumlah izin masuk ke Israel diperkirakan akan berlipat ganda dalam waktu dekat sebagai bagian dari kebijakan “carrot and stick”, namun pemerintah Israel sekarang memutuskan untuk menggunakan alat tekan sipil terhadap Hamas di Gaza.

Di pihak lain, pemimpin Gerakan Jihad Islam, Khader Habib, memperingatkan Israel konsekuensi penutupan pintu penyeberangan Gaza, dan menekankan bahwa berlanjutnya kebijakan penutupan dan blokade merupakan agresi yang akan memicu ledakan situasi.

Dalam sebuah siaran pers, Habib menegaskan, “Penutupan itu mencerminkan karakter agresif rezim pendudukan (Israel), yaitu terus menerus mendera orang-orang kami di Gaza, dan kubu resistensi tak akan membiarkan hal ini berkelanjutan.”

Habib menyatakan bahwa kubu resistensi sedang mempelajari masalah ini, “dan jika terus berlanjut, pasti akan menyebabkan ledakan situasi.”

Pasukan pendudukan menutup pos pemeriksaan Erez sejak Jumat malam sampai pemberitahuan lebih lanjut. Pada dasarnya, sejak tahun 2006 Israel telah menutup lima dari tujuh pintu penyeberangan di Jalur Gaza. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Situasi di Al-Aqsa Makin Mencekam, Israel Kerahkan Pasukan Dekat Perbatasan Gaza

Media Israel: Pasukan Elit Hizbullah Buat Perubahan Mendasar di Perbatasan Lebanon

 

DISKUSI: