Situasi di Al-Aqsa Makin Mencekam, Israel Kerahkan Pasukan Dekat Perbatasan Gaza

0
131

Quds, LiputanIslam.com  Pasukan Rezim Zionis Israel menduduki bangunan-bangunan di komplek Masjid Al-Aqsha serta menembaki para jamaah Palestina, Jumat (22/4), sementara Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengancam untuk mengambil langkah eskalasi terhadap Israel, dan ketegangan pun meningkat di Gaza manakala Israel mengerahkan pasukan dan menegaskan kesiapannya untuk operasi militer baru di Jalur Gaza.

Pasukan Israel naik ke atap bangunan Masjid Al-Aqsa pada Jumat pagi, dan menembakkan peluru karet ke orang-orang Palestina yang bertahan  di dalam halaman Masjid Al-Aqsa.

Bentrokan baru meletus antara polisi Israel dan massa demonstran Palestina, di halaman Masjid Al-Aqsha, dan menjatuhkan puluhan korban luka.

Koresponden Al-Jazeera dari Quds (Yerusalem), Najwan Samri, melaporkan  bahwa sekitar 40 warga Palestina, termasuk tiga wartawan, ditembak oleh pasukan Israel yang menyerbu halaman Masjid Al-Aqsa. Serbuan ini tercatat keenam kalinya secara berturut-turut.

Polisi Israel memutuskan untuk meningkatkan status siaga dan mempersiapkan kemungkinan eskalasi skala besar di Masjid Al-Aqsha, bertepatan dengan shalat Jumat ketiga di bulan suci Ramadhan.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendesak pemerintah Amerika Serikat (AS) segera turun  tangan menghentikan aksi Israel yang makin merajalela di wilayah pendudukan Palestina.

Dalam pertemuan dengan delegasi AS di Ramallah, Abbas menyebut Israel bertanggung jawab atas memburuknya situasi. Dia juga memperingatkan bahwa kelanjutan eskalasi Israel akan memaksa para pemimpin Palestina untuk mengimplementasikan keputusan-keputusan Dewan Pusat Organisasi Pembebasan (PLO) untuk menarik pengakuan terhadap Israel dan menghentikan segala bentuk koordinasi dengannya.

Hamas menyerukan kepada massa Palestina untuk melakukan perlawanan secara besar-besaran demi mempertahankan Quds  dan Al-Aqsa serta mendukung orang-orang yang bertahan di Al-Aqsa, yang menjadi sasaran kekerasan pasukan Zionis.

Dalam sebuah pernyataanya, Jumat, Hamas mendesak rakyat Palestina untuk berkonsentrasi di Masjid Al-Aqsha selama sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan.

Senada dengan ini gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ) menyatakan bahwa meningkatnya serangan Israel di komplek Al-Aqsha dan kota-kota Tepi Barat tidak akan mendatangkan apapun bagi Israel kecuali dengan rasa malu dan kekalahan.

PIJ menegaskan bahwa kejahatan rezim pendudukan Israel yang sedang berlangsung terhadap rakyat Palestina semakin menuntut komitmen orang-orang Palestina kepada haknya mempertahankan tanah Palestina dan Quds dengan segala cara, termasuk perlawanan bersenjata.

Di pihak lain, kepala staf militer Israel, Aviv Kochavi, menginstruksikan komandan Komando Selatan untuk mempersiapkan kemungkinan eskalasi di perbatasan dengan Jalur Gaza dan kemungkinan melancarkan operasi militer terhadapnya jika masih terjadi penembakan roket ke kota-kota dan pemukiman sekitar Jalur Gaza, atau operasi lain apa pun terhadap sasaran Israel di kawasan yang disebut “selubung Gaza”. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Jenderal Iran: Tanda Kehancuran Zionis Sudah Terlihat

Media Israel: Pasukan Elit Hizbullah Buat Perubahan Mendasar di Perbatasan Lebanon

 

DISKUSI: