Militer Iran Mengaku Tak Terpengaruh Wabah Covid-19

0
617

Teheran, LiputanIslam.com –  Komandan Angkatan Darat Iran Brigjen Kiomars Heidari menegaskan bahwa merebaknya wabah Covid-19  tidak meninggalkan dampak negatif pada kekuatan tempur pasukannya, dan peralatan militer baru akan diluncurkan pada momen peringatan Hari Angkatan Bersenjata Iran yang jatuh pada 17 April.

“Kami telah mengambil langkah-langkah tertentu agar bantuan kami kepada masyarakat (selama wabah Covid-19  masih berlangsung) tidak meninggalkan dampak terhadap kekuatan tempur kami, karena kami telah membentuk unit-unit khusus untuk kondisi demikian, termasuk unit perang modern,” ungkap Heidari dalam konferensi pers, Selasa (14/4/2020).

Dia juga mengatakan bahwa parade Hari Angkatan Bersenjata telah dibatalkan di seluruh Iran akibat wabah tersebut, namun Angkatan Darat akan mengungkap peralatan baru, termasuk alat untuk mendiagnosis dan menghadapi Covid-19  , dan peralatan militer antara lain kendaraan Kian-500, Kian-600 dan Kian -700 dan rudal anti-baja.

Angkatan Bersenjata Iran telah secara aktif terlibat dalam perang melawan pandemi Covid-19 di seluruh wilayah negeri mullah ini.

Brigjen Kiomars Heidari bulan lalu mengumumkan bahwa badan militer akan menggunakan tiga jenis kendaraan rakitan untuk mendisinfeksi dan membersihkan tempat-tempat umum di kota-kota besar di seluruh negeri untuk lebih berkontribusi pada kampanye nasional melawan wabah yang melanda hampir seluruh negara dunia ini.

Baca: Kontak Telefon dengan Maduro, Rouhani: Imperialisme AS Lebih Berbahaya daripada Covid-19

Dia mengatakan bahwa tiga jenis kendaraan domestik baru itu telah didesain dan diproduksi serta akan digunakan untuk mendisinfeksi tempat-tempat umum.

Hingga Selasa kemarin, jumlah total pasien Covid-19 di Iran 73.303 orang, termasuk  4.585 pasien yang meninggal, dan 45,983 pasien yang sembuh.

Baca: Rouhani: Meski Dikenai Sanksi, Iran Lebih Baik daripada Eropa dalam Perangi COVID-19

Pandemi Covid-19  melanda hampir semua negara di dunia, dan sejauh ini telah merenggut nyawa lebih dari 119.700 orang  serta menginfeksi lebih dari 1,92 juta lainnya di seluruh dunia. (mm/fna)

DISKUSI: