Mesir Sebut “Induk Perang Libya” akan Segera Pecah, Turki Bersumpah Lakukan Segalanya

0
209

Tripoli, LiputanIslam.com –  Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar menegaskan negaranya akan melakukan “apa pun yang diperlukan” untuk membela sekutunya di Libya, sementara pihak Mesir menyatakan “induk perang” di Libya sudah dekat.

Akar yang berada di Tripoli, ibu kota Libya, Jumat (3/7/2020), menemuni tentara Libya dan Turki di Pusat Pelatihan dan Kerjasama Militer dan Keamanan.

Kunjungan Akar ke Libya ini mengejutkan, apalagi dilaporkan disertai oleh Kepala Staf Angkatan Bersenjata Turki.

Erdogan mengatakan, “Menteri Pertahanan Turki sedang dalam kunjungan ke Libya untuk melanjutkan kerjasama yang ada dalam koordinasi yang lebih erat.”

Turki merupakan pendukung utama kubu Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang berbasis di Tripoli dalam perang saudara melawan Tentara Nasional Libya (LNA).

GNA dilaporkan bersiap menyerbu kota Sirte di Libya tengah-utara, meskipun ada peringatan dari Mesir yang mendukung LNA ihwal gerak maju lebih jauh ke wilayah timur.

Baca: Cerita Di Balik Intervensi Turki di Libya

Induk Perang Libya

Pakar militer Mesir Mayjen Samir Ragheb menyebut  kunjungan Akar dan kepala staf militernya ke Tripoli menjadi pertanda bahwa pertempuran hebat di Sirte semakin dekat.

Menurut Ragheb, operasi serangan yang akan dilakukan ke Sirte dengan dukungan Turki itu akan menjadi salah satu pertempuran paling krusial dalam konflik Libya, dan karena itu dia menyebutnya “induk pertempuran”.

Dia menyebutkan beberapa indikasi mengenai sudah dekatnya perang di Sirte, antara lain keinginan Prancis keluar dari misi NATO di Mediterania timur, yang bisa jadi karena ada informasi intelijen Perancis  mengenai kemungkinan bentrok dengan pihak Turki akibat eskalasi militer di sepanjang Mediterania selatan, terutama di Sirte.

Dia menambahkan, “Liputan media Qatar-Turki tentang penguatan militer LNA di garis depan sebelah barat Sirte, dan percakapan anonim dan palsu tentang gerakan militer Mesir, mengirim pesan bahwa penguatan militer milisi Al-Wefaq (GNA) terjadi sebagai tanggapan atas mobilisasi pihak lain.”

Ragheb menilai kunjungan Akar sendiri mengungkapkan adanya persiapan serbuan ke Sirte.

Pertempuran mendatang untuk Sirte dinilai akan sangat krusial karena para pemain asing juga terlibat.

Baca: Serangan Udara Misterius Hantam Pangkalan Udara Turki di Libya

Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi telah memperingatkan bahwa jika Sirte dan daerah Al-Jafra di dekatnya sampai jatuh ke tangan GNA maka Kairo menjadi punya “legitimasi internasional” untuk campur tangan di Libya. (mm/amn)

DISKUSI: