Merinding, Ini Tanggapan kelompok “Sarang Singa” Palestina Ketika Diancam akan Dihabisi

0
324

Jenin, LiputanIslam.com    Kelompok bersenjata Palestina Arin al-Usud atau Den’s Lions (Sarang Singa) menyerukan penghadangan aksi longmarch para pendatang Zionis di Tepi Barat.

Dalam jumpa pers pada Sabtu malam (15/10) kelompok itu membuat pernyataan dan menyampaikan seruan yang ditujukan kepada orang-orang Palestina.

“Kalian jangan bingung, sebab kami bersama kalian dan di antara kalian, kepunglah mereka, niscaya mereka tak punya jalan untuk kabur dari kami dan dari kalian,” seru kelompok itu.

Mereke menegaskan, “Kelompok Arin al-Usud sedang menunggu Khalil al-Rahman dan Bethlehem, penjaga selatan dan singa-singanya, untuk menempuh langkah pernyataan pertama Arin al-Usud dengan darah dan peluru.”

Arin al-Usud menambahkan bahwa kelompok ini “menyerukan kepada semua penduduk kota-kota yang berdekatan dengan longmarch yang akan diadakan oleh para pendatang/pemukim (Zionis) malam ini untuk keluar, berkumpul, mencegat, dan berkonfrontasi langsung dengan mereka. Jangan khawatir,  karena Arin Al-Usud  bersama kalian dan ada di antara kalian, insya Allah. Kepunglah mereka hingga tak ada jalan keluar bagi mereka dari kami dan kalian.”

Kelompok itu mengimbau orang-orang Palestina di Tepi Barat, Jalur Gaza, pengasingan dan di manapun di dunia agar tak menggubris hal-hal sepele yang dipublikasi oleh Israel dan klaimnya bahwa rezim Zonis ini telah berhasil menghapus halaman Arin Al-Usud dari Tiktok, sebab kelompok ini sama sekali tak memiliki akun di Tiktok.

Sebelumnya, saluran Kan milik Israel menyatakan bahwa aplikasi Telegram menolak permohonan Israel agar akun Arin Al-Usud di Telegram ditutup.

Dilaporkan bahwa Tik Tok, Facebook dan Instagram, pada hari Sabtu telah menutup akun Arin al-Usud, yang diikuti oleh ribuan orang.

Menurut Channel 12 Israel, aplikasi-aplikasi itu menghapus akun kelompok-kelompok itu karena tekanan Tel Aviv.

Arin Al-Usud adalah kelompok yang mencakup para anggota Brigade Al-Quds dan Brigade Syuhada Al-Aqsa di Nablus dan Jenin di bagian utara wilayah pendudukan Tepi Barat.

Para anggota kelompok diancam akan dihabisi oleh Israel dengan berbagai, termasuk melalui drone, namun mereka menegaskan, “Kematian tak penting bagi kami, setiap orang Palestina sekarang menjadi target seragan (Israel). Orang-orang terbunuh dengan mudah oleh aksi pasukan Israel, sebagaimana terjadi pada Shireen Abu Akleh (jurnalis wanita saluran Aljazeera).”

Mereka juga bersumbar, “Jika ada sesuatu yang lebih baik bagi kami maka itu adalah kematian dalam pertempuran.” (mm/raialyoum)

Baca juga:

Ketika Palestina Bersatu, Siapa yang Meradang?

Faksi-Faksi Palestina Teken Perjanjian Rekonsiliasi di Aljazair

DISKUSI: