Faksi-Faksi Palestina Teken Perjanjian Rekonsiliasi di Aljazair

0
203

Aljir, LiputanIslam.com    Pertemuan antarfaksi Palestina di Aljir, ibu kota Aljazair, untuk pembicaraan yang dimediasi oleh pemerintah Aljazair telah menyetujui kesepakatan rekonsiliasi yang bertujuan menyudahi perselisihan 15 tahun melalui pemilu baru di Palestina.

Perjanjian itu ditandatangani oleh pemimpin senior Fatah Azzam al-Ahmad, kepala biro politik Hamas Ismail Haniya, dan Sekjen Front Rakyat Pembebasan Palestina (PFLP), Talal Naji.

“Ini adalah momen bersejarah, di mana kita melihat Al-Quds,” kata Haniya, sembari berterima kasih kepada Presiden Aljazair Abdulmajeed Tabboune atas upaya negaranya dalam mensponsori pembicaraan.

Senada dengan ini, al-Ahmad mengatakan: “Kami bangga berdiri pada saat ini, di bawah naungan Presiden Abdulmajeed Tabboune,  untuk menandatangani kesepakatan ini dan menyingkirkan perpecahan (politik) dan kanker yang telah memasuki tubuh Palestina. ”

Dia menambahkan, “Sebagai Fatah, kami berjanji untuk menjadi yang pertama melaksanakan perjanjian ini.”

Para tokoh Palestina lainnya yang diundang untuk menandatangani dokumen tersebut antara lain Ahmed Majdalani, anggota senior Organisasi Pembebasan Palestina (PLO); Mustafa Barghouti, Sekjen Inisiatif Nasional Palestina; dan Bassam al-Salhi, Sekjen Partai Rakyat Palestina.

Perjanjian itu ditandatangani setelah para pemimpin 14 faksi, termasuk gerakan Fatah pimpinan Presiden Mahmoud Abbas dan Hamas, kelompok yang menguasai Jalur Gaza, mengadakan pembicaraan dua hari menjelang pertemuan puncak Arab di Aljir bulan depan.

Menurut juru bicara Hamas Hazem Qassem, kesepakatan itu tidak mencakup masalah pembentukan pemerintah persatuan, namun meliputi klausul tentang pengembangan struktur PLO, membentuk dewan nasionalnya dan mengadakan pemilihan legislatif dan presiden. (mm/aljazeera)

Baca juga:

Faksi-faksi Palestina Bersatu, Sinyal Intifada Baru?

Satu Remaja Palestina Gugur dalam Bentrokan dengan Pasukan Zionis di Tepi Barat

DISKUSI: