Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Editorial

Ketika Palestina Bersatu, Siapa yang Meradang?

Published 14/10/2022 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –Sebuah perkembangan sangat positif terkait dengan perjuangan bangsa Palestina saat ini sedang berlangsung. Faksi-faksi  di Palestina, termasuk dua faksi terbesar, HAMAS dan Fatah, bertemu di Aljir, Aljazair, pada hari Kamis, 13 Oktober 2022. Diberitakan bahwa pertemuan itu adalah yang pertama dalam 15 tahun terakhir. Mereka bukan hanya bertemu, melainkan menandatangani kesepakatan rekonsiliasi yang ditandatangani oleh pemimpin senior Fatah Azzam Al-Ahmad, Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniya, dan Sekjen Front Rakyat Pembebasan Palestina (PFLP), Talal Naji.

Yang juga sangat menarik sekaligus menggembirakan, Ismail Haniya menegaskan bahwa semua faksi Palestina bersepakat untuk fokus memperjuangan Al-Quds. Al-Ahmad, wakil dari Fatah, mengatakan bahwa dengan kesepakatan ini, semua faksi sepakat untuk menyingkirkan perpecahan dan kanker yang telah memasuki tubuh Palestina.

Persatuan adalah kunci utama dari segala upaya perjuangan. Salah satu penyebab kegagalan bangsa Palestina untuk merebut kemerdekaannya adalah masalah perpecahan yang menurut Al-Ahmad dari Fatah, fenomena perpecahan itu ibarat kanker yang menggerogoti sekaligu melemahkan perjuangan bangsa.

Palestina adalah bangsa terjajah, dan penjajahnya adalah Israel yang didukung habis-habisan oleh AS dan Barat. Dalam sejarahnya, deklarasi Israel itu sendiri difasilitasi oleh Inggris, negara dengan reputasi kolonialisme dan imperialisme yang tak terbantahkan. Senjata paling ampuh yang dipakai Inggris untuk melumpuhkan perlawanan bangsa-bangsa yang dijajahnya adalah politik divide and rule, pecah belah dan kuasai. Prinsip ini pula yang dipakai oleh Israel dalam rangka melanggengkan penjajahannya atas bangsa Palestina.

Dengan dukungan media dan finansial yang sangat kuat, AS dan negara-negara Barat memainkan politik pecah-belah ini sebagai dukungan buat Israel. Mereka memecah persatuan ummat Islam dan bangsa-bangsa Arab, dengan tujuan agar kasus Palestina terkesan menjadi urusan bangsa Palestina saja. Lalu, mereka juga menjalankan berbagai trik sehingga perpecahan juga melanda kalangan internal di antara sesama anak bangsa Palestina.

Fakta keterpecahan kaum Muslimin, bangsa Arab, dan juga kubu-kubu internal Palestina itu kemudian dijadikan alat propaganda oleh Barat dalam melemahkan dukungan berbagai bangsa dunia atas nasib Palestina. Dikatakan bahwa berbagai dukungan dari luar terhadap bangsa Palestina akan menjadi sia-sia manakala faksi-faksi internal di Palestina itu sendiri saling berseteru. Sungguh kampanye yang sangat busuk.

Mereka yang termakan kampanye busuk ini sebenarnya tak pernah bersungguh-sungguh mendukung kemerdekaan Palestina. Keengganan mendukung kemerdekaan Palestina dengan alasan adanya fakta perseteruan internal pada bangsa tertindas menunjukkan bahwa mereka tak tahu, atau pura-pura tidak tahu, bahwa perpecahan dan perseteruan internal itu justru merupakan taktik dan strategi penjajah Israel. Mereka pura-pura tak tahu bahwa keterpecahan itu sendiri adalah bagian dari ketertindasan bangsa Palestina yang terjajah. Artinya, jika bersungguh-sungguh mendukung Palestina, mereka juga harus memikirkan upaya untuk mengakhiri perseteruan itu.

Di sisi lain, ketika ada upaya rekonsiliasi di antara faksi-faksi itu, pendukung sejati Palestina akan memberikan respon positif dan kegembiraan. Mereka yang mendukung Palestina hanya sebatas basa-basi, akan bersikap skeptis, pesimis, atau sangat pasif. Jangan pernah berharap akan muncul komentar positif atas perkembangan positif ini. Adapun mereka yang menentang Palestina, pasti akan kecewa dan meradang.

Rekonsiliasi faksi-faksi Palestina ini akan menjadi ujian bagi negara-negara Arab, negara-negara Muslim, termasuk mereka yang baru-baru ini menjalin hubungan diplomatik dengan Israel (Bahrain, UEA, Maroko, dan Sudan). Betulkah langkah mereka menjalin hubungan diplomatik itu dalam rangka memberikan pembelaan terhadap Palestina? (os/editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account