Menyusul Laporan PBB Tentang Yaman, Perancis Kembali Diseru Berhenti Jual Senjata ke Saudi

0
95

Serangan udara Saudi-UEA ke pusat penempatan tawanan di Damar, Yaman, menewaskan lebih dari 100 orang 1 September 2019.

Paris, LiputanIslam.com –  Sebanyak 17 lembaga swadaya masyarakat (LSM) menyerukan kepada pemerintah Perancis untuk segera berhenti menjual senjata kepada Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), menyusul laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai buruknya situasi kemanusian di Yaman akibat serangan udara aliansi Saudi-UEA.

Lembaga-lembaga peduli kemanusiaan dan HAM itu menyatakan “kembali menyampaikan seruannya dengan bertolak dari dua peristiwa krusial yang terjadi pada pekan ini.”

Mereka menjelaskan bahwa “pada hari Minggu telah terbunuh lebih dari 100 tawanan akibat serangan udara” di Dhamar di bagian barat Yaman, dan bahwa “dalam laporan yang dirilis Selasa oleh para ahli di PBB mengenai Yaman telah diungkap kebrutalan serangan terhadap warga sipil di Yaman serta keharusan sejumlah negara, termasuk Perancis, berhenti menutrisi konflik dengan suplai senjata.”

Baca: Saudi Mengecam Eskalasi Militer di Aden

Tim ahli yang dibentuk oleh Dewan HAM PBB (UNHRC) pada 2017 dalam laporan terbaru menyebutkan terjadinya “sejumlah kejahatan perang” di Yaman sejak tahun 2014. Tim ini meminta masyarakat internasional tidak melakukan suplai senjata yang dapat digunakan dalam perang di Yaman.

Baca: Kubu Emirat vs Kubu Saudi, Sama-Sama Kerahkan Pasukan di Aden

Pada Juni lalu pemerintah Inggris menangguhkan penjualan senjata yang dapat digunakan di Yaman setelah Pengadilan Banding Inggris melarang penjualan senjata.

Berbagai LSM menyerukan kepada Perancis agar mengikuti jejak pemerintah Inggris dengan menghentikan penjualan senjata kepada Saudi dan UEA. (mm/raialyoum)

DISKUSI: