Saudi Mengecam Eskalasi Militer di Aden

0
0

Riyadh, LiputanIslam.com –  Kerajaan Arab Saudi mengungkapkan kekecawaan dan kecamannya terhadap keretakan dan konflik di tubuh kelompok-kelompok bersenjata di Yaman selatan yang didukungnya sendiri bersama Uni Emirat Arab (UEA) dalam perang melawan pasukan Ansarullah (Houthi).

Dalam statemen terbarunya mengenai perkembangan situasi di Yaman selatan, Kamis (5/9/2019), Riyadh menyudutkan pasukan al-Hizam al-Amni (Sabuk Pengaman), yang didukung oleh UEA, dengan menyerukan supaya semua kamp militer, markas, dan institusi militer maupun sipil diserahkan kepada “pemerintahan yang sah” dan meminta kedua pihak secepatnya berdialog.

Saudi menyatakan “prihatin atas terjadinya fitnah di antara para saudara di Yaman” dan menekankan “keharusan komitmen penuh, segera, dan tanpa syarat untuk penghentian kontak senjata, penerapan gencatan senjata, dan pencegahan segala bentuk pelanggaran dan tindakan yang mengusik kehidupan bangsa Yaman.”

Baca: Kubu Emirat vs Kubu Saudi, Sama-Sama Kerahkan Pasukan di Aden

Saudi mengingatkan bahwa konflik sesama mereka tidak akan menguntungkan siapapun “kecuali milisi teroris Houthi yang didukung Iran, dan organisasi-organisasi lain yang direpresentasi oleh ISIS dan Al-Qaeda.”

Pemerintah Riyadh kemudian menegaskan kesolidan sikapnya bahwa di Yaman hanya ada satu pemerintahan yang sah, yaitu pemerintahan Abd Rabbuh Mansour Hadi, sehingga tidak boleh ada upaya apapun untuk “menciptakan realitas baru di Yaman dengan menggunakan kekuatan ataupun ancaman terhadapnya”.

Baca: Pemimpin Ansarallah Yaman Kembali Nasihati Uni Emirat Arab

Saudi menyatakan “kesiapan membantu pihak yang menderita kerugian akibat fitnah ini, dan andil dalam mengobati para korban luka demi meringankan penderitaan mereka”.

Pasukan loyalis Mansour Hadi yang didukung Saudi dan pasukan al-Hizam al-Amni belakangan ini terlibat perang secara lebih terbuka yang bahkan melibatkan jet tempur UEA. Dalam perkembangan terbaru, kedua pihak mengerahkan kekuatan masing-masing di Aden dan daerah sekitarnya untuk kemungkinan bertempur lagi antara kedua secara lebih sengit. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS: