Menlu Turki Komentari Laporan Kemungkinan Pertemuan Erdogan dan Al-Assad di Uzbekistan

0
135

Ankara, LiputanIslam.com    Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengomentari laporan adanya pengaturan untuk pertemuan antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Suriah Bashar al-Assad di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerjasama Shanghai yang akan datang.

KTT itu dijadwalkan di Uzbekistan pada 15-16 September, namun Cavusoglu, Selasa (23/8), menyebut kecil kemungkinan akan terjadi pertemuan antara Erdogan dan Al-Assad dengan alasan bahwa Al-Assad “tidak diundang” ke pertemuan itu.

Meski demikian, Cavusoglu menekankan keharusan menempuh langkah-langkah  kongkret menuju perdamaian yang permanen di Suriah. Menurutnya, Turki sejak awal menekankan pentingnya proses politik di Suriah.

Cavusoglu menyatakan demikian setelah tersiar berita bahwa Rusia mengupayakan pengadaan pertemuan antara Erdogan dan Al-Assad untuk pemulihan hubungan Ankara-Damaskus.

Kemudian,  kantor berita Tasnim yang berbasis di Iran pada hari Selasa melaporkan bahwa Erdogan dan al-Assad berkemungkinan bertemu di KTT Organisasi Kerjasama Shanghai.

Tasnim mengutip pernyataan narasumber bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin “mengundang Erdogan untuk berpartisipasi dalam KTT Organisasi Kerjasama Shanghai di Uzbekistan, dan meminta Al-Assad untuk berpartisipasi dalam pertemuan ini.”

KTT reguler Organisasi Kerjasama Shanghai akan diadakan September mendatang di kota Samarkand, Uzbekistan, yang saat ini menjadi kepala organisasi tersebut.

Tasnim menyebutkan bahwa pemimpin Partai Patriotik Turki, Dogu Perincek, dalam waktu dekat akan berkunjung ke Suriah sebagai bagian dari delegasi politik dan diplomatik, dan akan bertemu dan mengadakan pembicaraan dengan Bashar al-Assad.

Tasnim mengutip informasi bahwa  dalam kunjungan ini Perincek akan didampingi sejumlah mantan menteri dan mantan diplomat Turki, dan laporan hasil kunjungan ini akan diserahkan kepada pihak otoritas Turki.

Disebutkan pula bahwa kunjungan itu akan dilakukan di pesawat pribadi berisi 12 kursi dalam sebuah penerbangan pertama kalinya dari bandara Turki ke Damaskus dalam 10 tahun terakhir, karena penerbangan langsung antara kedua negara belum beroperasi sejak tahun 2011.

Menurut Tasnim,  kunjungan itu akan berfokus pada cara pemulihan hubungan dan upaya bersama kontra-terorisme di Suriah utara, dan pemulangan pengungsi Suriah. Jika pertemuan ini positif dan memuaskan kedua pihak maka kemungkinan akan ada pertemuan antara para pemimpin kedua negara di sela-sela pertemuan Organisasi Kerjasama Shanghai di Uzbekistan.

Di Turki sendiri, Fuat Ugur, penulis di surat kabar Turkiye, yang disebut-sebut dekat dengan pemerintah Turki, juga melaporkan kemungkinan pertemuan antara presiden Turki dan Suriah.

Di sisi lain, Mevlut Cavusoglu, Selasa, mengatakan, “Terjadi dialog antara dinas intelijen Suriah dan dinas intelijen Turki.”

Dia juga menuturkan,  “Turki tidak memiliki prasyarat untuk dialog dengan Suriah, dialog dengan pemerintah Suriah harus memiliki tujuan tertentu.”

Namun, mengenai laporan ihwal kemungkinan pertemuan Erdogan dengan Al-Assad di Uzbekistan,  Cavusoglu mengatakan: “Pertemuan antara presiden Turki dan presiden Suriah di ( KTT Organisasi Kerjasama) Shanghai tidak direncanakan, karena Assad tidak akan berpartisipasi dalam KTT ini.” (mm/raialyoum)

Baca juga:

Erdogan Inginkan Perbaikan Hubungan Turki dengan Suriah, Ini Persyaratan Damaskus

Suriah Tentukan Syarat Berikut Jika AS Ingin Jalin Hubungan

DISKUSI: