Menlu Rusia Tunjukkan Bukti AS Tak Sudi Mengakui Kesalahannya di Timteng

0
173

Moskow, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menilai Amerika Serikat (AS) tidak akan pernah jujur ​​mengakui kesalahan yang telah dilakukannya di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Dalam wawancara dengan saluran RTVi yang disiarkan pada hari Kamis (17/9/2020) Lavrov mengingatkan bahwa George Bush di atas kapal induk pada Mei 2003  selaku presiden AS mengumumkan bahwa tindakan AS mengubah rezim di Irak  merupakan “kemenangan bagi demokrasi.”

“Akan menarik jika penilaian terkini mantan presiden AS terhadap situasi Irak itu ditinjau, tapi tak mungkin sekarang ada orang yang bersedia kembali ke masalah ini, dan  sudah berlalu masa di mana orang bersedia jujur mengakui kesalahannya,” terangnya.

Lavrov memastikan tak ada satupun negara memperoleh kebaikan dari “kekuatan lunak” AS, baik di kawasan eks-Uni Soviet maupun kawasan lain di mana AS telah menggulingkan rezim yang berkuasa.

Menteri Luar Negeri Rusia mengambil contoh Libya dengan mengatakan, “Mereka (AS) mencoba melakukannya di Suriah, tapi gagal, dan sekarang mereka berharap dapat melakukan segala hal di sana (Libya) dengan lain cara.”

Sementara itu, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova dalam konferensi pers, Kamis, menyatakan bahwa sanksi AS yang dijatuhkan terhadap Suriah menghalangi proses politik dan mencekik ekonomi rakyat Suriah di tengah  pandemi Covid-19.

Zakharova menyebutkan bahwa sebagian besar wilayah Suriah berada di bawah kendali pasukan pemerintah yang sah dan mengalami tren yang meningkat menuju kepulihan situasi.

Menurutnya, pemerintah Suriah sedang menempuh berbagai tindakan untuk mengatasi dampak perang yang mengerikan, namun kemampuannya dalam rangka ini telah secara nyata dipersempit oleh pelanggaran atas integritas Suriah dan pemutusan hubungan ekonomi antarwilayahnya.

Selain itu,  lanjut Zakharova, Suriah juga terkendala oleh sanksi AS, terutama yang dinamai Akta Kaisar yang menyasar sektor-sektor utama perekonomian dan otoritas Suriah serta pihak-pihak dalam dan luar negeri yang mendukung operasi militer Suriah. (mm/rta)

Baca juga:

Perundingan Militer Rusia dan Turki Gagal Capai Kata Sepakat Soal Idlib dan Aleppo

Israel Serang Suriah dari Arah Pangkalan AS di Tanaf

DISKUSI: