Menlu Qatar Mengaku Berusaha Redakan Ketegangan antara Iran dan AS

0
75

Doha, LiputanIslam.com –   Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdul Rahman al-Thani menyatakan bahwa Doha mengadakan pembicaraan dengan Teheran dan Washington secara terpisah untuk mengakhiri eskalasi antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

“Kami berusaha mengatasi perselisihan antara Iran dan AS. Kami khawatir perhitungan yang salah akan menyebabkan eskalasi… Setiap penyelesaian mengenai Iran berarti fleksibilitas di kedua pihak. Iran dan AS tidak menginginkan perang. Kami berharap dapat bertemu langsung antara Iran dan AS untuk mengakhiri eskalasi,” ungkapnya, Ahad (9/6/2019).

Baca: Iran Demonstrasikan Sistem Pertahanan Udara Baru Buatannya

“Qatar menghormati kebijakan AS tentang Iran, tetapi kami memiliki penilaian yang berbeda untuk kondisi ini,”imbuhnya.

Mengenai embargo AS terhadap Iran dia mengatakan, “Ada tekanan besar pada ekonomi Iran, tetapi Teheran hidup di bawah sanksi selama 40 tahun dan ternyata masih hidup.”

Sedangkan mengenai krisis hubungan Qatar dengan sesama negara Arab Teluk Persia sendiri, Mohammed bin Abdul Rahman al-Thani mengatakan, “Tidak ada yang berubah pada negara-negara pemblokade.”

Baca: Iran Tegaskan Tak Perlu Izin Siapapun Dalam Pengembangan Daya Pertahanan

Menyinggung isu Palestina Menteri Luar Negeri Qatar menuturkan, “Tidak ada negara di dunia Arab yang dapat menerima rencana yang dipaksakan terhadap Palestina. Harus ada partisipasi oleh Palestina untuk mencapai solusi yang adil.”

Hubungan antara Iran dan AS telah tegang sejak Washington pada tahun 2018 keluar secara sepihak dari perjanjian nuklir Iran dan kemudian memperketat sanksi ekonomi terhadap Teheran. (mm/raialyoum)

DISKUSI: