Iran Tegaskan Tak Perlu Izin Siapapun Dalam Pengembangan Daya Pertahanan

0
147

Teheran, LiputanIslam.com –   Menteri Pertahanan Iran Brigjen Amir Hatami menegaskan negaranya sama sekali tidak perlu meminta izin kepada pihak lain dalam pengembangan daya pertahanan untuk menjamin keamanan dan kepentingan nasionalnya.

Dalam seremoni penyingkapan sistem pertahanan udara baru buatan Iran yang diberi nama “15 Khordad”, Minggu (9/6/2019), Hatami mengatakan, “Mengingat bahwa misi pasukan pertahanan udara Republik Islam Iran sangatlah penting, dengan kata lain berada di garis terdepan untuk menghadapi musuh-musuh Iran, maka sistem pertahanan udara 15 Khordad yang tergolong simbol kepercayaan diri dan kemandirian serta jerih payah para ahli negara ini maka penyerahannya kepada pasukan pertahanan udara merupakan prestasi pertahanan dan perkembangan yang sejalan dengan teknologi terkini di dunia.”

Dia menjelaskan bahwa keberadaan pangkalan-pangkalan udara pasukan multinasional di negara-negara di sekitar Iran membuat negara ini waspada terhadap ancaman rudal dan serangan udara sehingga memberi skala prioritas pada kepemilikan sistem pertahanan udara canggih dan efektif.

Baca: Mantan PM Qatar: Mengapa Saudi Hendak Berdamai Dengan Israel, Tapi Tidak Dengan Iran?

“Karena itu, meski ada sanksi di berbagai bidang pertahanan dan militer, bangsa kita memandang tak ada penghalang apapun di depan kehendak dan tekad anak-anak bangsa Muslim pemberani Iran di bidang-bidang logistik Angkatan Bersenjata,” lanjutnya.

Amir Hatami memastikan negaranya mengalami perkembangan teknologi, logistik, dan sistem pertahanan udara pada level yang membuat Angkatan Bersenjata Iran sanggup mempertahankan perbatasannya di depan ancaman serangan udara dan rudal tanpa memerlukan bantuan negara lain.

Seperti pernah diberitakan, Iran telah mendemonstrasikan sistem pertahanan udara baru buatannya yang dinamai “15 Khordad” dan berkemampuan mendeteksi serta membidik obyek bergerak di udara semisal jet dan drone tempur.

Baca: Iran Demonstrasikan Sistem Pertahanan Udara Baru Buatannya

Hatami menyebutkan bahwa sistem ini berjarak jelajah sekira 75 kilometer pada ketinggian hingga 27 kilometer, menggunakan rudal Sayyad 3 dalam menembak sasaran, serta dapat segera dioperasikan dalam tempo kurang dari 5 menit.  (mm/alalam)

DISKUSI: