Menlu Iran Tanggapi Dingin Ajakan Dialog Pemerintah AS

0
66

Teheran, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menanggapi dingin ajakan dialog pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mereaktivasi perjanjian nuklir Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) yang diteken pada tahun 2015.

Zarif hanya mengulang apa yang sudah sering ditegaskan Iran bahwa negara ini hanya akan segera kembali mematuhi perjanjian itu apabila Washington secara efektif mencabut sanksi-sanksinya terhadap Teheran.

Di halaman Twitter-nya, Jumat (19/2),  Zarif menyatakan bahwa begitu sanksi itu dicabut maka “kami akan segera mundur dari semua langkah yang telah kami ambil. Masalahnya sederhana.”

Sehari sebelumnya, pemerintahan Presiden AS Joe Biden menyatakan Washington siap berdialog dengan Teheran untuk mengembalikan kedua pihak kepada JCPOA, perjanjian yang bertujuan mencegah Iran dari kepemilikan senjata nuklir dengan imbalan pencabutan semua sanksi internasional terhadapnya.

Perjanjian itu diteken Iran dan enam negara terkemuka dunia, termasuk AS di masa kepresidenan Barack Obama, pada tahun 2015. Namun presiden AS selanjutnya, Donald Trump, menentang JCPOA dan menarik keluar AS darinya serta menerapkan kembali sanksi AS terhadap Iran pada tahun 2018.

Iran lantas mereaksi pengkhianatan AS itu dengan melanggar pasal-pasal JCPOA dengan memperkaya uranium pada tingkat kemurnian di atas ketentuan dalam perjanjian tersebut, hal yang dikhawatirkan Barat dapat disalahgunakan Iran untuk membuat senjata nuklir. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Iran Pastikan Keluar dari Protokol Tambahan Jika Tenggat Waktunya Diabaikan AS dan Eropa

AS Minta Iran Tak Langgar Janjinya kepada IAEA, Ayatullah Khamenei Minta AS Tak Sekedar Bicara

DISKUSI: