Menlu Iran dan Sekjen Hizbullah Bertemu dan Bahas Perkembangan Situasi Politik Regional

0
124

Beirut, LiputanIslam.com   Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hassan Nasrallah, bertemu dan berdiskusi dengan Menlu Iran, Hossein Amir-Abdollahian, mengenai perkembangan terkini dan situasi politik di Lebanon, Palestina, dan kawasan Timteng.

Hubungan Media Hizbullah menyatakan bahwa Sayid Nasrallah menerima kunjungan Abdollahian dan delegasi pendampingnya, Jumat (13/1), di hadapan duta besar Iran untuk Beirut, Mr. Mojtaba Amani.

Dalam pertemuan itu mereka meninjau perkembangan situasi politik regional, terutama kemungkinan dan ancaman yang muncul dari pembentukan pemerintahan ekstremis Rezim Zionis Israel, dan pendirian faksi-faksi pejuang Palestina  dan seluruh Poros Resistensi dalam menghadapi perkembangan dan peristiwa regional dan internasional. ‏

Sebelumnya di hari yang sama Abdollahian dalam jumpa pers bersama dengan sejawatnya dari Lebanon Abdullah Bou Habib, di Beirut, menyatakan kesiapan Teheran “menyediakan bahan bakar bagi Lebanon, serta membangun dan merehabilitasi pembangkit tenaga listrik, berdasarkan kesepakatan dengan pemerintah.”

Dalam konteks lain, Abdollahian menegaskan negaranya “jelas mendukung resistensi Lebanon dan Palestina dalam menghadapi agresi Israel.”

Hubungan Iran-Saudi

Menlu Iran juga menyatakan pihaknya mengharapkan normalisasi hubungan dengan Arab Saudi, termasuk pembukaan kembali kedutaan besar kedua negara di Teheran dan Riyadh.

“Kami menyambut baik kembalinya hubungan normal antara Republik Islam Iran dan Kerajaan Arab Saudi, hingga pembukaan kantor perwakilan atau kedutaan besar di Teheran dan Riyadh dalam kerangka dialog yang harus dilanjutkan antara kedua negara,” ujarnya.

Mengenai pertemuannya dengan Menlu Saudi belum lama ini, Abdollahian mengatakan, “Ada kesepakatan Iran-Saudi pada KTT Bagdad (di Yordania) belum lama ini tentang dialog bersama, yang pada akhirnya akan mengarah pada normalisasi hubungan.”

Dia menyebutkan bahwa Iran dan Arab Saudi telah melakukan lima putaran penting dialog di Baghdad.

“Kami setuju dengan menteri luar negeri Saudi tentang kelanjutan pembicaraan ini, mengingat putaran pembicaraan yang berlangsung di Baghdad positif dan maju,” tuturnya.

Dia melanjutkan, “Pada langkah pertama, kami akan mengembalikan konsulat kedua negara di Jeddah dan Masjidil Haram untuk bekerja menyediakan layanan konsuler yang diperlukan bagi warga negara kedua negara, dan mereka yang ingin mengunjungi Makkah Al- Mukarramah, Al-Madinah Al-Munawwarah (di Saudi), serta Masyhad dan tempat-tempat suci lain di Iran.”

Dia juga mengatakan, “ Tapi kami percaya bahwa pihak Saudi tidak memiliki persiapan yang diperlukan untuk mengembalikan hubungan ke keadaan normal. Kami memiliki niat dan keinginan yang diperlukan untuk memulihkan hubungan dengan Arab Saudi.” (mm/raialyoum/alalam)

Baca juga:

Dituduh Terima AK-47 dari Iran, Yaman: Kami Sudah Punya Jutaan

Ribuan Orang di Iran Gelar Demo Anti-Majalah Prancis Charlie Hebdo

 

DISKUSI: