Menlu Irak: Perjanjian Sudah Dekat Mengenai Jadwal Penarikan Pasukan AS

0
163

Baghdad, LiputanIslam.com –  Menlu Irak Fuad Hussein menyatakan bahwa Baghdad dan Washington akan mencapai kesepakatan dalam putaran perundingan terbaru untuk penjadwalan penarikan pasukan AS dari Irak.

Dikutip kantor berita resmi Irak, INA, Rabu (21/7), Fuad mengatakan, “Putaran perundingan strategis ke-4 antara Irak dan AS akan menjadi putaran yang terakhir dua hari lagi (Jumat). Putaran ini akan menyaksikan kesepakatan mengenai penjadwalan penarikan pasukan Amerika.”

Dia menambahkan, “Di Irak tidak ada pangkalan militer AS, melainkan bahwa pasukan AS berada di kamp-kamp militer Irak, bukan Amerika.”

Fuad Hussein tiba di AS Selasa lalu selaku ketua delegasi Irak yang akan mengadakan putaran terbaru perundingan negara ini dengan AS pada hari Jumat besok.  Dia mengatakan, “Pemerintah AS sekarang memiliki pemahaman yang berbeda dengan pemerintah sebelumnya mengenai situasi di Irak.”

Menlu Irak menduga kuat bahwa usai perjanjian tersebut Irak dan AS akan kembali kepada perjanjian tahun 2008 yang menyebut kelompok teroris sebagai ancaman di mana Irak memerlukan dukungan informasi intelijen dari AS.

Pada tahun 2008 Washington dan Baghdad menjalin kesepakatan “Kerangka Strategi” yang mencanangkan penarikan pasukan AS sampai tahun 2011 atau setelah delapan tahun AS menduduki Irak.

Sejak tahun 2014 AS memimpin koalisi internasional untuk apa yang mereka sebut perang melawan ISIS. Koalisi ini mengerahkan 3000 pasukan di Irak, termasuk 2500 tentara AS.

Pada 5 Januari 2020 parlemen Irak mensahkan undang-undang yang menuntut penarikan pasukan asing tersebut dari Irak.

Kemudian, pada 7 April lalu Washington dan Baghdad mengumumkan kesepakatan antara keduanya untuk mengubah peran pasukan AS dan koalisi internasional di Irak menjadi sebatas “nasihat dan pelatihan”, dan bahwa penarikan “pasukan tempur” sesuai jadwal waktu akan disepakati oleh kedua pihak pada “perundingan teknis mendatang”. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Khazali Sebut PM Irak pun Tak Tahu Jumlah Serdadu AS di Irak

Soal Ledakan di Baghdad, Hizbullah Irak: Sunni dan Syiah Sama-Sama Jadi Korban Kejahatan AS

DISKUSI: