Soal Ledakan di Baghdad, Hizbullah Irak: Sunni dan Syiah Sama-Sama Jadi Korban Kejahatan AS

0
239

Baghdad, LiputanIslam.com –  Kelompok pejuang Hizbullah Irak menyatakan bahwa Sunni dan Syiah di Irak sama-sama menjadi korban kejahatan dan terorisme AS, dan para pejuang Irak akan memaksakan kehendak bangsa negara ini terhadap pasukan AS yang bercokol di Irak.

Menanggapi insiden ledakam bom bunuh diri yang terjadi Senin malam lalu di distrik Sadr di pinggiran timur Baghdad, ibu kota Irak, petinggi keamanan Hizbullah Irak, Abu Ali Al-Askari, Selasa (20/7) menyatakan bahwa konflik sektarian jangan sampai terjadi lagi di Irak.

“Sebab, semua pihak menjadi korban konflik ini, kecuali AS, kaum Zionis dan dinasti Al-Saud,” lanjutnya.

Abu Ali meminta kepada para pegiat media agar tidak menabuh genderang perang sektarian “karena ini merupakan bahaya besar yang hanya akan menguntungkan musuh”.

Komandan Hizbullah Irak ini menegaskan bahwa dalam perimbangan keamanan Irak “tak ada bedanya antara Syiah dan Sunni karena keduanya sama-sama dizalimi dan diserang”.

Dia menekankan bahwa tugas utama kubu resistensi Irak dan pasukan relawan Al-Hashd Al-Shaabi adalah membela semua orang yang tertindas.

“Musuh tak mengenal kecuali bahasa kekerasan, dan akan berhenti menganiaya bangsa Irak ketika kubu resistensi dapat mengukuhkan perimbangan pencegahan,” ujarnya.

Terakhir dia menegaskan bahwa kubu resistensi dalam beberapa perang telah berhasil memaksakan kehendak rakyat Irak kepada pasukan pendudukan AS dan selanjutnya juga akan demikian.

Seperti pernah diberitakan, sedikitnya 35 orang tewas dan 60-an orang lainnya menderita luka akibat ledakan bom bunuh diri di sebuah pasar di distrik Sadr di pinggiran timur Baghdad.

Kelompok teroris ISIS mengaku bertanggungjawab atas serangan keji tersebut sembari menyatakan bahwa pelakunya adalah seorang anggota ISIS yang berjulukan Abu Hamzah Al-Iraqi.

Namun demikian, Sekjen kelompok pejuang Irak Asaib Ahl Al-Haqq, Qais Al-Khazali, menyebut serangan itu bermotif politik.

“Ledakan ini terjadi hanya beberapa hari menjelang kunjungan Perdana Menteri Irak ke Washington,” katanya.

Dia menjelaskan, “AS berusaha mencari pembenaran untuk kebercokolannya di Irak melalui keberadaan teroris ISIS. Semua orang mengetahui bahwa ISIS adalah buatan AS-Israel-Teluk dan bahwa yang mengendalikan ISIS adalah dinas-dinas rahasia mereka.”

Al-Khazali menilai AS sebagai faktor di balik meningkatnya aktivitas ISIS belakangan ini. Dia menegaskan, “Washington bertanggungjawab atas pembunuhan rakyat Irak, tapi kejahatan itu akan direaksi”. (mm/fna/aljazeera)

Baca juga:

Ledakan Bom Tewaskan Sedikitnya 35 Orang di Baghdad, ISIS Mengaku Bertanggungjawab

Kelompok Pejuang Irak: Tak Ada Tempat Aman Bagi Pasukan AS di Irak

DISKUSI: