Menlu AS Sebut Suriah Ancaman Besar bagi Keamanan Israel

0
284

Washington, LiputanIslam.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken menyatakan pihaknya mengakui pentingnya Dataran Tinggi Golan  bagi keamanan Israel, namun masih menahan diri dari mendukung kebijakan pemerintah AS sebelumnya, yang mengakui kedaulatan Israel atas wilayah Suriah yang diduduki Israel tersebut.

Donald Trump ketika menjabat sebagai presiden AS pada tahun 2019 secara resmi mengakui kedaulatan Israel atas Golan sehingga menyalahi kebijakan yang diterapkan AS selama beberapa dekade.

Israel merebut Golan dari Suriah dalam perang Timur Tengah tahun 1967 dan mencaploknya pada tahun 1981 dalam sebuah tindakan yang tidak diakui secara internasional.

“Golan sangat penting bagi keamanan Israel,… (tapi) pertanyaan hukum adalah perkara lain,” kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken kepada CNN, Senin (8/2).

“Selama Assad masih berkuasa di Suriah, selama Iran ada di Suriah … ini merupakan ancaman keamanan yang signifikan bagi Israel … kendali Golan dalam situasi itu, saya pikir tetap sangat penting bagi keamanan Israel,” lanjutnya.

Menanggapi pernyataan ini, sebuah sumber di kantor Netanyahu, Selasa (9/2), mengatakan, “Posisi Israel jelas. Dalam skenario yang mungkin terjadi di masa depan, Golan akan tetap menjadi Israel.”

Sebelumnya, para penasihat Biden menyebutkan bahwa dia tidak akan menarik pengakuan AS atas kedaulatan Israel atas Golan.

Blinken juga menekankan komitmen pemerintahan Biden untuk mempertahankan kedutaan AS di kota Quds (Yerusalem), setelah pemerintahan Trump mengakui kota itu sebagai ibu kota Israel, berlawanan dengan kebijakan AS sebelumnya. (mm/railayoum/dailystar)

Baca juga:

Pemerintahan Biden Ngotot Ajukan Syarat-syarat Tak Berdasar kepada Iran

Tentara Israel Buru Penyelundup ke Pangkalan Udara Nevatim

DISKUSI: