Pemerintahan Biden Ngotot Ajukan Syarat-syarat Tak Berdasar kepada Iran

0
83

Washington,LiputanIslam.com-Menlu AS Antony Blinken dalam wawancara dengan CNN kembali melontarkan statemen ulangannya soal Iran. Ia berkata,”Jika Iran memulai kembali komitmennya di JCPOA, kami akan juga melakukan hal serupa. Di saat itu, kami dan para sekutu AS akan berusaha untuk mendapatkan kesepakatan yang lebih kuat dan panjang, serta mencantumkan sejumlah isu lain seperti program rudal Iran.”

Sebelum ini, Senator dari Republik, James Einhoff dalam artikelnya di Foreign Policy menyebut JCPOA sebagai kesepakatan yang memiliki cacat. Ia menulis,”(Kembali ke JCPOA) adalah sebuah kesalahan mengerikan, sebab AS tidak akan masuk ke perjanjian bercacat tersebut. Sebuah kesepakatan baru, yang telah diperbaiki, harus dirundingkan hingga kita bisa mengkaji dukungan untuk kesepakatan tersebut.”

Sembari mendukung keluarnya Pemerintahan Donald Trump dari JCPOA, Einhoff menulis,”Tak ada artinya kembali ke perjanjian yang membuat masalah itu. Mencabut sanksi Iran juga sebuah kekeliruan.”

Senator Republik ini lalu mengajukan 4 syarat untuk tiap kesepakatan baru AS dengan Iran:

“Pertama, kesepakatan dengan Teheran harus komprehensif. Kesepakatan ini harus membahas dukungan dana Iran untuk kelompok-kelompok regional, membatasi program rudal balistiknya, dan menutup semua jalur menuju kekuatan persenjataan nuklir.

Kedua, tiap perundingan (dengan Iran) harus memerhatikan kekhawatiran Israel dan sekutu-sekutu Arab kita. Tanda tangan AS mesti harus disetujui oleh mereka. Kesepakatan dengan Iran tak boleh membahayakan mereka.

Ketiga, harus ada solusi permanen. Tidak boleh ada pasal-pasal yang pada akhirnya mengizinkan Iran meraih kemampuan persenjataan nuklir.

Keempat, implementasi tiap kesepakatan harus transparan dan memberi keleluasaan untuk meninjau program nuklir Iran tanpa syarat apa pun, serta memaksa Iran untuk mengungkap semua aktivitas nuklir terdahulunya.” (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Rusia, China, dan Iran akan Segera Gelar Latihan Militer di Samudra Hindia, Ini Tanggapan Israel

Siapa yang Harus Memenuhi Komitmennya di JCPOA, Iran atau AS?

DISKUSI: