Menhan Yaman: Tak Ada Jalan bagi Saudi Kecuali Mengakui Kekalahannya

0
410

Sanaa, LiputanIslam.com –  Menteri Pertahanan Yaman kubu Sanaa, ibu kota Yaman, Mohammad Nasser Al-Atifi, menegaskan bahwa pihaknya memiliki strategi militer baru yang sejalan dengan perkembangan situasi Yaman, dan bahwa tak ada jalan bagi Arab Saudi kecuali mengakui kekalahannya dalam Perang Yaman.

“Yaman memiliki fasilitas defensif dan ofensif di berbagai level pendidikan, persenjataan dan taktik. Manajemen perang bersejarah dan determinan ini tak lagi di tangan agresor, melainkan tangan para komandan dan pemimpin revolusioner Yaman yang lebih tinggi,” ungkap Al-Atifi kepada kantor berita Yaman, Saba, Senin (12/7).

Dia memperingatkan bahwa jika koalisi Arab Saudi-Uni Emirat Arab (UEA) terus memaksakan kehendak mereka terhadap Yaman maka mereka harus membayar mahal.

“Kami tekankan sekali lagi, babak permusuhan berbahaya sudah kami lewati, dan fakta di lapangan mengatakan bahwa tak ada jalan keluar bagi agresor kecuali menerima kekalahan dan keluar dari Yaman,” tegasnya.

Menhan Yaman memastikan tak ada tempat bagi kebercokolan pasukan asing di tanah air Yaman karena “kehendak bangsa Yaman tak akan pernah terpatahkan, dan merupakan bagian dari tekad umat Islam, terutama Poros Resistensi”.

Menurut Al-Atifi, isu perdamaian dimainkan oleh koalisi hanya sebagai bahan propaganda, sementara kontinyuitas blokade dan agresi mereka di Yaman adalah ancaman terbesar bagi perdamaian dan stabilitas kawasan.

Di bagian akhir dia menyebutkan bahwa koalisi Saudi-UEA memanfaatkan kawanan teroris dalam menjalankan aksinya di Yaman sehingga menandai kekalahan telak mereka dan kandasnya peran AS. (mm/fna)

Baca juga:

Hubungan Saudi-UEA Memburuk, Penulis Saudi: UEA Berusaha Kuasai Yaman Selatan

Ansarullah: Pasukan Teroris Kalah di Al-Bayda, AS Berubah Sikap Lagi

DISKUSI: