Hubungan Saudi-UEA Memburuk, Penulis Saudi: UEA Berusaha Kuasai Yaman Selatan

0
168

Riyadh, LiputanIslam.com –  Penulis dan Ketua Dewan Tinggi Alinasi Jurnalis Arab Saudi Khalid Al-Subaie menyatakan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) bergabung dengan koalisi yang dipimpin Saudi di Yaman bertujuan semata untuk menguasai pulau-pulau dan pelabuhan-pelabuhan Yaman. Bersamaan dengan ini, Dubes Iran untuk Yaman di Sanaa memastikan bangsa Yaman akan terus berjuang sampai semua wilayah Yaman terlepas dari cengkraman pasukan asing.

Dikutip Al-Quds Al-Arabi, Ahad (11/7), Al-Subaie di halaman Twitternya menyebutkan, “Ketika Presiden Yaman (Abd Rabbuh Mansour Hadi) meminta perlindungan kepada Khadimul Haramaian (pemerintah Saudi), Saudi melakukan campur tangan politik, militer dan ekonomi untuk menyelamatkan bangsa Yaman dari Iran.”

Al-Subaie menjelaskan bahwa di situ Saudi lantas menyerukan kepada negara-negara lain agar bersamanya dan bersekutu dengannya dalam misi besar ini sehingga beberapa negarapun bergabung dengannya, termasuk UEA. Tapi seiring perputaran waktu, UEA perlahan-lahan terlihat mengincar Yaman selatan dan bermaksud menduduki berbagai pelabuhan dan pulau-pulau di sana.

Menurutnya, melalui kelompok-kelompok milisi seperti Dewan Transisi Selatan (STC), UEA sekarang berhasil menduduki beberapa bagian Yaman.

Al-Subaie mengangkat masalah ini setelah tersiar luas laporan-laporan mengenai meningkatnya perselisihan antara Saudi dan UEA, terutama mengenai produksi minyak, normalisasi hubungan dengan Israel dan kebijakan penanganan pandemi Covid-19. Perselisihan antara keduanya memuncak manakala Abu Dhabi menentang perjanjian Saudi dengan Rusia di bidang produksi minyak.

Sedangkan di Yaman, Selasa pekan lalu Saudi menyalakan lampu hijau bagi pasukan Ali Al-Muhsin untuk menyerang kota Aden yang menjadi basis sayap-sayap militer STC yang berafiliasi dengan UEA.

Mengenai pandemi Covid-19, Abu Dhabi keberatan terhadap pembatasan kunjungan timbal balik Saudi-UEA. Selain itu, Saudi juga menolak vaksin Sinovac asal China yang dipercaya oleh UEA.

Sementara itu, Dubes Iran untuk Yaman di Sanaa, Hassan Erlo, di Twitter memastikan bahwa bangsa Yaman akan terus berjuang hingga mencapai kemenangan terakhir.

Dia memastikan demikian dengan alasan ketertindasan bangsa Yaman dalam agresi militer Saudi dan sekutunya yang sudah berlangsung selama lebih dari enam tahun.

“Telah berlalu 2300 hari agresi Saudi terhadap anak kecil, kaum wanita dan rakyat Yaman serta berbagai infrastruktur vitalnya. Agresi ini masih berlanjut, dan rakyat tertindas dan para pejuang gagah berani Yamanpun akan terus berjuang hingga mencapai kemenangan terakhir,” tulisnya. (mm/fna)

Baca juga:

Ansarullah: Pasukan Teroris Kalah di Al-Bayda, AS Berubah Sikap Lagi

[Video:] Ansarullah Yaman Gempur Kawanan Teroris Takfiri

DISKUSI: