Menhan Yaman: Pasukan Koalisi Kalah, Ma’rib akan Segera Terbebaskan

0
401

Sanaa, LiputanIslam.com –  Menteri Pertahanan Pemerintahan Penyalamat Nasional Yaman atau kubu Ansarullah (Houthi) Mayjen Mohamamad Nasser Al-Atifi menegaskan tak ada jalan bagi pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi kecuali mengakui kekalahannya dalam perang Yaman.

Dikutip Fars, Rabu (27/10), dalam wawancara dengan surat kabar Lebanon Al-Akhbar, Al-Atifi menyebutkan bahwa tentara Yaman dan pasukan Lijan Shaabiya (Ansarullah) serta  “orang-orang merdeka” di Yaman telah meraih kemenangan-kemenangan besar dalam perang yang sudah berlangsung tujuh tahun melawan “pasukan koalisi dan para antek bayarannya”.

“Berdasarkan persepsi militer dan stategis, kami sekarang mengumumkan kepada khalayak dunia bahwa agresi dunia terhadap Yaman telah gagal, dan tak ada jalan bagi pasukan koalisi agresor kecuali berani mengakui kekalahan ini,” ujarnya.

Dia menegaskan, “Pembebasan kota Ma’rib sudah dekat, dan dengan izin Allah SWT, bangsa Yaman dan semua kaum merdeka akan mendengar berita baik bahwa Ma’rib kembali ke pangkuan tanah air. Ma’rib adalah bagian dari negeri Yaman, semua kawasan Yaman akan kembali kepada kedaulatan negara ini, dan masalah ini tak dapat diperdebatkan.”

Menurut Al-Atifi, sebagian besar wilayah Provinsi Ma’rib dikendalikan oleh tentara Yaman dan Lijan Shaabiya yang telah mencapai kawasan sekitar kota Ma’rib dan mengepungnya.

“Minyak Yaman adalah satu kekayaan bangsa negara ini, dan kami memiliki senjata strategis untuk menghadapi segala bentuk agresi secara langsung maupun tidak langsung terhadap instalasi-instalasi minyak,” lanjutnya.

Dia memastikan bahwa keselamatan para pengungsi harus dijamin, namun oleh pasukan koalisi dan para anteknya justru digunakan sebagai perisai manusia.

Mengenai keberadaan tentara Inggris di Provinsi Al-Mahra, Al-Atifi menandaskan, “Keberadaan Inggris di Al-Mahra merupakan aksi pendudukan dan penjajahan, dan kami akan berkonfrontasi dengan para agresor pulau-pulau Yaman. Yaman tak akan pernah tentram sampai semua jengkal tanah Palestina terbebaskan.”

Mengenai upaya Uni Emirat Arab dan Saudi untuk menanamkan pengaruh Israel di sejumlah pulau Yaman, Al-Atifi mengatakan, “Kami memiliki banyak informasi tentang ini, kami mengikuti berbagai perkembangan, dan seperti telah kami katakan tadi, selagi tanah Yaman, entah itu pulau ataupun pelabuhan dan daerah, tak akan pernah tentram sebelum semua wilayah Yaman terbebaskan sepenuhnya. Para Zionis dan para saudara Zionis di masa mendatang akan mengerti apa yang kami maksud.” (mm/fna)

Baca juga:

Houthi: Daripada Bertempur di Yaman, Pasukan Bayaran Sudan Sebaiknya Bela Negara Mereka

Pertama Kali, Ansarullah Pamer Foto Keberhasilannya Membebaskan Distrik Al-Jowba di Ma’rib

DISKUSI: