Houthi: Daripada Bertempur di Yaman, Pasukan Bayaran Sudan Sebaiknya Bela Negara Mereka

0
466

Sanaa,LiputanIslam.com-Anggota Dewan Tinggi Politik Yaman, Muhammad Ali Houthi menanggapi terjadinya kudeta di Sudan.

Dalam wawancara dengan Russia Today, Houthi berkata bahwa pasukan bayaran Sudan di Koalisi Saudi mesti segera angkat kaki dari Yaman dan membela negara mereka yang tengah dilanda kudeta.

“Saya katakan kepada pasukan bayaran dari Sudan: kembalilah ke negara, kota, dan desa kalian. Belalah revolusi kalian dan urus saja masalah kalian sendiri,”kata Houthi.

Houthi mengaku prihatin atas kudeta di Sudan dan dipenjarakannya sejumlah orang pascakudeta. Ia menyatakan, serdadu bayaran Sudan berada di Yaman atas biaya Saudi, dan secara umum, uang negara-negara Arab di Teluk Persia.

Yaman, tandas Houthi, tidak berminat untuk melakukan agresi ke para tetangga atau negara lain. Namun jika terpaksa harus membela diri, bangsa Yaman akan bangkit dengan seluruh kekuatannya.

“Kami tidak mengawali serangan ke Saudi. Bukan kami yang mengundang tentara untuk memasuki negara kami. Mereka datang untuk memerangi kami. Berkali-kali kami tegaskan, jika mereka menghentikan agresi, kami juga akan menghentikan serangan,”tegasnya.

Di lain pihak, Menteri Informasi Lebanon George Kordah juga membela Ansharullah dan menegaskan bahwa agresi ke Yaman harus segera dihentikan.

”Agresi kejam yang sudah berlangsung selama 8 tahun ke Yaman harus dihentikan. Apa yang dilakukan rakyat Yaman adalah hak legal mereka untuk membela diri. Saya mengapresiasi keteguhan rakyat Yaman dalam menghadapi agresi ini.”

“Ansharullah sedang melakukan pembelaan diri. Anda harus melihat besarnya kerugian yang diderita Yaman dan rakyatnya. Mereka tidak mendapatkan keamanan, baik di majlis duka, pernikahan, atau tempat lain di negeri mereka. Jet-jet Koalisi (Saudi) terus melakukan pengeboman secara kontinu,”tandas Kordah. (af/fars)

Baca Juga:

Sanaa Sebut Kendala Besar Solusi Politik untuk Konflik Yaman

Tujuh Orang Tewas, Militer Sudan Rebut Kekuasaan dan Umumkan Status Darurat

DISKUSI: