Menhan Iran: Pembunuhan Fakhrizadeh Gunakan “Teknologi Hitam”

0
224

Teheran, LiputanIslam.com –  Menteri Pertahanan Iran Brigjen Amir Hatami menyebut pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh sebagai kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan “teknologi hitam”.

“Sementara teknologi diciptakan terutama untuk kemajuan kehidupan manusia, pembunuhan Fakhrizadeh merupakan ‘penggunaan teknologi hitam,” ujarnya, Selasa (22/12).

Dia mengatakan, “Kami memiliki kemampuan untuk melawan teknologi yang digunakan oleh musuh untuk pembunuhan, tapi karena waktu dan tempat pembunuhan ditentukan oleh musuh, maka merekalah yang ada di atas angin, dan intinya adalah mereka menerapkan rencana pembunuhan yang inovatif setiap saat.”

Hatami menjelaskan, “Kemajuan saintifik negara begitu penting bagi musuh sehingga membunuh ilmuwan kita, dan tujuan musuh adalah untuk menyarankan kepada para pemuda kita bahwa musuh tidak mentolerir kemajuan di bidang yang memberikan kemandirian ilmiah dan pertahanan Iran. ”

Namun, menurut Hatami, setiap kali terjadi serangan teror, justru ada pemuda berbakat Iran yang makin termotivasi dan “datang kepada kami untuk melanjutkan jalan syuhada.”

Sementara itu, ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Mojtaba Zonnour, menyatakan adanya beberapa petunjuk yang ditemukan oleh pasukan keamanan mengenai pembunuhan Fakhrizadeh.

Zonnour mengatakan bahwa dalam pertemuan komisi yang dipimpinannya dengan Menteri Intelijen Mahmoud Alavi berbagai dimensi pembunuhan Mohsen Fakhrizadeh diuji.

“Pasukan keamanan bekerja dengan baik dan efektif dalam mengidentifikasi petunjuk dan mencapai hasil yang baik,” ujarnya.

Dia mengatakan, “Komunitas intelijen kami menyelidiki pembunuhan Martir Fakhrizadeh dengan motivasi, koherensi, dan sinergi, namun mengingat kasus ini terus berjalan, aparat intelijen keamanan akan memberikan penjelasan tentang petunjuk itu serta orang-orang yang diidentifikasi jika dirasa tepat.”

Seperti diketahui, Mohsen Fakhrizadeh dibunuh pada bulan lalu dalam serangan misterius berupa ledakan dan tembakan di kota Absard di daerah Damavand dekat Teheran, ibu kota Iran. (mm/mn)

Baca juga:

Iran Tepis Tuduhan Menyerang Kedubes AS di Irak

Rusia: AS Harus Kembali ke Perjanjian Nuklir Iran Tanpa Prasyarat

DISKUSI: