Rusia: AS Harus Kembali ke Perjanjian Nuklir Iran Tanpa Prasyarat

0
247

Iran Talks. Abschluss Iran Verhandlungen. UNO. Wien, 14.07.2015, Foto: Dragan Tatic

Moskow, LiputanIslam.com –  Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah statemennya terkait dengan sebuah pertemuan yang melibatkan berbagai pihak internasional menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) harus kembali ke perjanjian nuklir Iran, Rencana Aksi Komprehensif Bersama  (CPOA), tanpa prasyarat apa pun.

“Hari ini,Senin, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menghadiri webinar dan pertemuan informal negara-negara peserta JCPOA. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, Menteri Luar Negeri China Wang Yi, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian, Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell berpartisipasi dalam pertemuan JCPOA,” bunyi pernyataan itu.

Disebutkan bahwa dalam pertemuan itu Lavrov menekankan bahwa ada resep untuk perbaikan JCPOA, antara lain implementasi berkelanjutan oleh seluruh negara anggota JCPOA yang telah menyusun dan menandatanganinya.

Dia juga menyatakan bahwa tindakan destruktif AS masih faktor utama destabilisasi dalam implementasi kesepakatan nuklir Iran tersebut.

Meskipun AS melancarkan tekanan maksimum terhadap Iran, JCPOA masih dipertahankan sebagaimana Resolusi DK PBB 2231 juga diterapkan seperti sebelumnya.

Menlu Rusia mengingatkan bahwa implementasi penuh ketentuan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 oleh AS bukanlah perkara selektif, melainkan sudah merupakan komitmen masing-masing negara yang ditegaskan dalam Pasal 25 Piagam PBB.

“Kami percaya bahwa kembalinya Amerika Serikat ke JCPOA harus dilakukan tanpa prasyarat apapun. Kami siap bekerja sama dengan mitra lain mengenai detail JCPOA dan membantu pihak Amerika untuk mengikutinya. Ini demi kepentingan kita semua,” lanjutnya.

Dalam pertemuan para menteri luar negeri JCPOA telah dikeluarkan pernyataan bersama, dan kontak antaranegara anggota JCPOA juga dinyatakan akan terus berlanjut. (mm/mn)

Baca juga:

Iran Tepis Tuduhan Menyerang Kedubes AS di Irak

Kuatir Kiriman Minyaknya ke Venezuela Diganggu AS, Iran Perkuatan Eksistensi AL-nya

DISKUSI: