Mengejutkan, Iran Jajakan Senjata Buatannya di Ekspo Pertahanan Qatar

0
284

Doha, LiputanIslam.com –  Iran turut memajang senjata di pameran industri pertahanan Qatar, DIMDEX 21-23 Maret 2022, sebuah pemandangan yang mengejutkan dalam pameran yang juga menampilkan berbagai perusahaan dan jet tempur Amerika Serikat (AS).

Associated Press (AP) melaporkan bahwa berada di sudut paling kiri dari pusat konvensi berkarpet, seorang komandan dari Kemhan Iran memasarkan rudal dan sistem senjata pertahanan udara mereka. Kementerian ini memproduksi senjata untuk militer Iran dan Kops Garda Revolusi Islam (IRGC).

Qatar adalah sekutu utama non-NATO AS  dan penyedia pangkalan militer terbesar AS di Timur Tengah, namun negara kecil di Teluk Persia ini juga menjaga hubungan baik dengan Iran, yang berbagi ladang gas terbesar di dunia.

Menurut AP, perwakilan Iran membagikan brosur dan  mempromosikan pesawat latih jet buatan mereka, helikopter dan hovercraft.

Sementara Reuters melaporkan bahwa beberapa orang berkerumun dalam pertemuan di stand Iran, yang menampilkan poster raksasa kapal cepat yang penuh dengan pasukan komando.

Kepala staf angkatan bersenjata Qatar, Mayor Jenderal Salem al-Nabet, mengunjungi paviliun Iran menjelang penutupan pameran. Dia meninjau pajangan produk-produk senjata mematikan dalam kotak kaca dan mendengarkan promosi penjualan tentang senapan mesin.

Sebuah bendera raksasa AS yang mewakili kontraktor militer AS General Atomics Aeronautical Systems terlihat tergantung tepat di samping stand Iran. Kantraktor ini memajang pesawat nirawak MQ-9B.

Anehnya, paviliun Iran tidak dapat ditemukan di peta pameran, dan ini mengingatkan orang pada sanksi AS terhadap Kemhan Iran .

Partisipasi Iran dalam pemeran ini cukup mengejutkan, mengingat bahwa negara-negara Arab Teluk lainnya khawatir terhadap AS kemungkinan menghapus nama IIRGC dari daftar hitam organisasi teroris sebagai bagian dari upaya pemulihan kesepakatan nuklir dengan Iran.

Dilaporkan bahwa AS sedang mempertimbangkan penghapusan IRGC daftar organisasi teroris dengan imbalan jaminan Iran untuk mengekang aktivitas pasukan khusus elit Iran ini. Ada sumber yang mengatakan hal ini merupakan salah satu isu terbaru yang dibahas dalam pembicaraan tidak langsung untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015. (mm/ap/reuters)

Baca juga:

Dianggap Berpengalaman Hadapi Sanksi, Iran Jadi ‘Guru’ Rusia

Iranfobia Warnai Pertemuan Tiga Pemimpin Mesir, UEA dan Israel

DISKUSI: