Mengaku Siap Mati Syahid, Moqtada Sadr Tuntut Pembubaran Parlemen Irak

0
104

Baghdad, LiputanIslam.com  Pemimpin Blok Sadr Sayid Muqtada Sadr di Irak mengimbau para pendukungnya untuk melanjutkan aksi duduk mereka di dalam parlemen nasional di Baghdad sampai tuntutannya terpenuhi, termasuk pembubaran parlemen dan penyelenggaraan pemilu lebih awal.

Imbauan dalam pidato yang disiarkan televisi dari Najaf, Rabu (3/8), itu tak pelak akan memperpanjang kebuntuan politik yang membuat Irak tanpa pemerintahan terpilih selama hampir 10 bulan.

Akhir pekan lalu ribuan pengikut Sadr menyerbu Zona Hijau Baghdad, yang menampung gedung-gedung pemerintah dan misi asing. Mereka mengambil alih gedung parlemen yang kosong untuk melakukan aksi duduk yang terus berlanjut.

Massa pendukung Al-Sadr mendirikan perkemahan dan warung makan di sekitar parlemen.

Aksi tersebut merupakan tanggapan terhadap upaya saingan Muslim Syiahnya, yang banyak di antaranya dekat dengan Iran, terutama kubu Kerangka Koordinas, untuk membentuk pemerintahan dengan calon perdana menteri yang tidak disetujui oleh Sadr.

Sadr meraih jumlah kursi terbanyak di parlemen dalam pemilihan Oktober namun gagal membentuk pemerintahan yang akan menyisihkan saingannya.

Dia menarik orang-orangnya dari parlemen dan kemudian melakukan tekanan melalui protes dan aksi duduk di parlemen Irak.

Sadr menegaskan kembali dalam pidatonya bahwa dia siap “mati syahid” demi tujuan yang dia inginkan.

“Bubarkan parlemen dan adakan pemilihan awal,” tegasnya.

Dia mengaku tak berminat lagi bernegosiasi dengan saingannya.

“Jangan percaya rumor bahwa saya tidak ingin dialog. Kami sudah mencoba dan menjalani dialog dengan mereka. Itu tidak membawa apa-apa bagi kami dan bangsa – hanya kehancuran dan korupsi,” ujarnya.

Dia mengakhiri pidatonya dengan mengatakan, ”Para pengunjuk rasa harus tinggal dan melanjutkan aksi duduk mereka sampai tuntutan tercapai.”

Di pihak lain, Pemimpin Aliansi Al-Fateh, Hadi Al-Amiri, menegaskan bahwa tidak ada solusi untuk krisis saat ini kecuali dengan meredakan ketegangan dan duduk di meja dialog.

Dia mengatakan, “Kami mengkonfirmasi apa yang kami tekankan sebelumnya bahwa tidak ada solusi untuk krisis saat ini kecuali dengan meredakan ketegangan, menahan diri, dan duduk di meja dialog konstruktif yang serius.”(mm/alalam/aljazeera)

Baca juga:

Aliansi al-Fath Peringatkan Konspirasi AS-Inggris dan UEA di Irak

Mencekam, Demo Tandingan Digelar di Baghdad

DISKUSI: