Mengaku Sehat, Sayid Nasrallah: Harapan Saya Besar untuk Dapat Shalat di Masjid Al-Aqsa

0
207

Beirut, LiputanIslam.com –  Sekjen Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah kembali tampil berpidato di tengah beredarnya rumor dan spekulasi mengenai kondisi kesehatannya.

“Alhamdulillah, saya ada di tengah Anda sekalian, dan besar harapan saya untuk dapat menunaikan shalat di Masjid Al-Aqsa yang diberkahi,” ujarnya dalam kata sambutan pada hari jadi ke-30 saluran Al-Manar milik Hizbullah, Selasa (8/6).

Berbeda dengan tampilan dalam pidato sebelumnya pada 25 Mei di mana dia terlihat agak tersengal dan mengalami batuk sehingga menimbulkan kecurigaan banyak orang mengenai kondisi kesehatannya, terlebih di tengah pandemi Covid-19, pada tampilan kali ini dia tampak sudah membaik, dan ketika mengalami batuk kecil dia segera mengatakan bahwa itu adalah batuk ringan akibat faktor cuaca.

Sayid Nasrallah berterima kasih atas ekspresi simpati dari para pengagumnya terkait dengan kondisi kesehatannya pada pidato sebelumnya.

“Saya berterima kasih kepada semua orang yang telah mengekspresikan simpatinya, saya merasa bangga dengannya, dan saya pastikan kepada para simpatisan bahwa kondisi kami baik-baik saja,” tuturnya.

Dia menyebutkan bahwa saluran Al-Manar didirikan oleh beberapa murid dan pecinta Imam Khomaini agar menjadi media pembawa misi mulia, media para pejuang, syuhada, dan korban luka, sehingga tidak memburu keuntungan komersial, dan akan terus menjalankan misinya meski dengan fasilitas seadanya.

Mengenai Palestina dia menegaskan bahwa bangsa tertindas ini “sudah jelas bertekad membela Quds sehingga tinggal umatlah yang berkewajiban menyokong mereka.”

“Quds dan Masjid Al-Aqsa adalah urusan umat ini secara keseluruhan… Netanyahu bisa jadi akan menuju opsi yang lebih bodoh akibat krisisnya, dan masalah ini harus dipantau,” ujarnya.

Saluran Al-Manar merayakan hari jadinya yang ke-30 dalam sebuah acara yang dihadiri oleh para tokoh politisi, diplomat dan jurnalis Arab serta aktivis Libanon dan Palestina, Selasa.

Lebih lanjut dia menjelaskan, “Perimbangan baru datang dari Yaman yang mulia. Kami bekerja serius untuk mencapai perimbangan bahwa agresi terhadap Quds berarti perang regional… Sejak hari pertama agresi Saudi terhadap Yaman kami sudah percaya kepada kemampuan Yaman untuk bertahan dan menang… Apa yang dialami Libanon sekarang adalah sebagian dari apa yang dialami oleh orang-orang Yaman sejak beberapa tahun silam dimana mereka hendak dipaksa mundur.”

Mengenai AS, Sekjen Hizbullah menegaskan, “AS memraktikkan kedustaan dan penyesatan ketika menampilkan dirinya sebagai pengupaya penghentian perang Yaman, dan kita melihat sekarang kegagalan agresi AS-Saudi terhadap Yaman.” (mm/raialyoum)

Baca juga:

Menguatnya Hubungan Ansharullah-Hamas Bahayakan Saudi dan Israel

Publikasikan Video Shalit, al-Qassam Tunjukkan Ketidakbecusan Israel

DISKUSI: