Diminta AS Kembali ke Perjanjian Nuklir, Iran Nyatakan Tak Pernah Keluar darinya

0
85

Teheran, LiputanIslam.com –  Kepala Staf Presiden Iran Mahmoud Vaezi menanggapi sengit pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Anthony Blinken, yang mendesak Iran agar kembali ke perjanjian nuklir.

Berbicara kepada media, Jumat (29/1), Vaezi menegaskan bahwa Iran akan kembali mematuhi penuh perjanjian nuklir apabila AS dan Eropa memenuhi kewajiban mereka di bawah perjanjian yang dinamai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) tersebut.

Vaezi mengingatkan bahwa Teheran belum pernah keluar dari JCPOA meskipun telah mengurangi beberapa komitmennya, dan bahwa Republik Islam Iran akan kembali ke komitmen JCPOA ketika sudah yakin bahwa Eropa dan AS selaku pihak lawan dalam JCPOA mematuhi komitmen mereka sendiri terhadap perjanjian ini.

Pejabat Iran itu juga menyebutkan bahwa presiden AS sebelumnya, Donald Trump, juga berusaha membuka kembali berkas JCPOA yang disepakati Prancis, China, Inggris, Jerman, dan Rusia dengan Iran pada tahun 2015.

“Trump atau Biden tidak banyak berbeda bagi kami, seperti yang telah kami katakan di masa lalu bahwa kami menepati kata-kata kami, kali inipun pendirian kami tidak akan berubah,” ujarnya.

Vaezi menambahkan, “Seperti berulang kali dikatakan Presiden (Iran Hassan Roouhani), kalau mereka kembali kepada komitmennya maka kami akan melakukan hal yang sama.”

Pada pertengahan tahun  2018 AS di bawah kepresidenan Doland Trump menarik diri dari JCPOA, , dan Washington kemudian  memberlakukan kembali sanksi beratnya terhadap Teheran. Iran lantas membalasnya dengan mengabaikan beberapa komitmennya. (mm/mna/raialyoum)

Baca juga:

Menlu Iran Minta Sejawatnya di AS Belajar dari Kegagalan Trump

Saudi Nyatakan akan Berdialog dengan AS dan Eropa Soal Proyek Nuklir Iran

 

DISKUSI: