Iran dan Turki Tekankan Kerjasama Regional, dan Minta AS Kembali ke Perjanjian Nuklir

0
146

Teheran, LiputanIslam.com –  Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Mohammad Javad Zarif Zarif dan sejawatnya di Turki  Mevlut Chavusoglu menyatakan bahwa kedua negara telah bersepakat untuk menyelenggarakan pertemuan puncak segi tiga Iran, Turki dan Azerbaijan.

“Kami akan mengadakan pertemuan puncak segi tiga Iran, Turki, dan Azerbaijan demi pengembangan kerjasama di kawasan,” ujar Zarif dalam konferensi pers bersama Chavusoglu di Istanbul, Turki, Jumat (29/1).

Dia menambahkan, “Para presiden Turki, Azerbaijan, dan Rusia telah memulai tahap baru untuk perdamaian di kawasan, dan kunjungan sayapun juga dalam rangka ini. Dalam kunjungan saya ke Azerbaijan, Armenia, Rusia, dan Georgia saya menekankan pentingnya perdamaian di kawasan melalui penggairahan kembali perdagangan di dalamnya.”

Zarif menyebutkan bahwa negaranya sangat mementingnya hubungannya dengan Turki, dan kuatnya hubungan antara dua negara ini juga sangat penting bagi kawasan secara kesuluran.

Sembari mengapresiasi dukungan Turki kepada Iran, Zarif mengatakan, “Kami sangat mementingkan sikap saling dukung satu sama lain di masa-masa sulit ini… Dengan menyingkirnya pemerintahan teroris Trump, kami berharap hubungan antarnegara regional kembali normal, dan kamipun berharap hubungan dagang kami dengan Turki dapat lebih kuat dari sebelumnya.”

Mengenai proyek nuklir Iran dia mengatakan bahwa apa yang dilakukan Iran tidak berarti negara ini berniat membuat bom nuklir.

“Kami akan kembali menerapkan pasal-pasal perjanjian nuklir jika AS kembali kepada perjanjian,” ungkapnya.

Di pihak lain, Menlu Turki Chavusoglu mengaku telah berdiskusi dengan Zarif mengenai beberapa isu regional serta kerjasama Turki-Iran dalam isu-isu itu, termasuk isu Suriah.

Dia juga berharap AS bersedia kembali ke perjanjian nuklirnya dengan Iran yang diteken pada tahun 2015 setelah menarik diri darinya pada tahun 2018 dan lalu menerapkan kembali sanksi-sanksinya secara sepihak terhadap Iran. (mm/alalam)

Baca juga:

Menlu Iran Minta Sejawatnya di AS Belajar dari Kegagalan Trump

Iran Nyatakan Pengayaan Uranium 20%  Berjalan Lebih Cepat dari Jadwal

DISKUSI: