Media Turki: Patriot Ditarik dari Saudi, Riyadh Perbaiki Hubungan dengan Iran dan Turki

0
205

Ankara, LiputanIslam.com –  Penarikan sistem pertahanan udara Patriot milik AS dari Arab Saudi membuat Riyadh berhadapan dengan pilihan-pilihan serba “sulit dan pahit” sehingga mendorong negara kerajaan itu untuk menyerukan de-eskalasi. Demikian dikatakan oleh dua orang pakar kepada kantor berita Turki, Anadolu, seperti dikutip Rai Al-Youm, Rabu (22/9).

Tanpa menyebutkan nama, Anadolu melaporkan bahwa menurut dua pakar itu penarikan Patriot dari Saudi membuat Riyadh terpaksa menyerukan upaya penurunan tensi ketegangan dan perbaikan hubungan Saudi dengan Iran dan Turki sekaligus, ataupun dengan satu di antara keduanya, terutama mengingat bahwa keterbukaan pada Rusia tak akan pernah dapat mengatasi dilema Saudi.

Penarikan Patriot milik AS juga mendorong Saudi untuk menyewa sistem pertahanan udara dari Yunani. Belakangan ini dilaporkan bahwa sebuah tim dari militer Yunani bertolak ke Saudi untuk menyerahkan baterai yang dipakai untuk Patriot.

Pada April lalu, Menteri Luar Negeri Yunani Nikos Dendias menyatakan negaranya telah menandatangani perjanjian pembekalan Saudi dengan sistem pertahanan udara demi melindungi fasilitas-fasilitas vital di Saudi, negara yang terlibat perang dengan gerakan Ansarullah (Houthi) Yaman.

Ansarullah belakangan semakin gencar melesatkan rudal-rudal balistik dan drone militer ke berbagai wilayah Saudi, sementara pihak Saudi juga selalu mengaku berhasil mengatasi serangan Ansarullah dengan sistem pertahanan udara.

Sejak tahun 2015 Arab Saudi memimpin pasukan koalisi yang melancarkan invasi militer ke Yaman dengan dalih membela pemerintahan presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi dalam perang melawan Ansarullah yang menguasai Sanaa, ibu kota Yaman dan beberapa provinsi di negara ini sejak tahun 2014. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Sambil Main Tuduh, Raja Saudi Mengaku Ingin Berdamai dengan Teheran, Ini Tanggapan Media Iran

[Video:] Pidato Lengkap Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi pada Sidang Majelis Umum PBB

DISKUSI: