Media IRGC Sebut Wawancara Pompeo dengan Al Arabiya “Perjamuan Pembunuh”

0
176

Teheran, LiputanIslam.com  Kantor berita Fars yang berafiliasi dengan pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Jumat (17/6), dalam sebuah laporannya menyebut wawancara saluran TV Saudi Al Arabiya dengan mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo sebagai “perjamuan dengan pembunuh”.

Fars merangkum pernyataan Pompeo dalam bahasa Persia dengan judul yang mengacu pada perannya dalam pembunuhan jenderal legendaris Iran mantan komandan Pasukan Quds IRGC, Qasem Soleimani, oleh pasukan Amerika Serikat (AS) di Baghdad, Irak, pada Januari 2020.

Judul lengkap laporan wawancara itu juga merujuk pada pembunuhan Jamal Khashoggi pada 2018 di Turki. “Perjamuan Pembunuh: Pembunuh Soleimani Menjadi Tamu Pembunuh Khashoggi,” demikian judul lengkapnya.

Dalam wawancara tersebut, Pompeo menyebut pemerintahan Iran sebagai “teokrat jahat” yang bertujuan untuk menghancurkan AS dan Israel. Dia juga mengecam keras kebijakan Presiden Joe Biden terhadap Iran.

“Kita tahu siapa rezim Iran. Ini adalah teokrat jahat yang berniat menghancurkan bangsa Israel dan AS,” ujarnya kepada Al Arabiya.

“Kita seharusnya tidak bernegosiasi untuk mencari tahu berapa banyak uang yang harus diberikan kepada mereka sebagai imbalan atas janji sesaat untuk memperlambat program pengayaan dan senjata mereka,” imbuhnya.

Pemerintahan Trump menarik diri dari perjanjian nuklir era Obama dengan Iran. Langkah ini didukung oleh Israel dan Arab Saudi, dua negara yang bersama dengan Uni Emirat Arab ikut mengkhawatirkan program nuklir dan rudal Iran.

Dalam wawancara itu Pompeo juga menyinggung proses pembunuhan Jenderal Soleimani. Dia mengklaim bahwa AS membunuh Soleimani demi rakyat AS, karena Soleimani “terlibat dalam rencana pembunuhan 500 orang Amerika”, dan pemerintah AS berhasil menggagalkan rencana itu.

Dia menambahkan bahwa AS telah bekerja untuk melindungi asetnya di Irak dan warganya di Suriah dan di sepanjang tahun sejak lama.

Dia lantas menjelaskan bahwa AS saat itu memantau pergerakan Pasukan Quds IRGC dan terus mengupayakan rencana pembunuhan Soleimani demi menghentikan serangan yang akan segera terjadi terhadap sumber daya, aset, dan warga negara, sehingga Presiden AS pun mengeluarkan keputusan untuk menghabisi Soleimani. (mm/fna/raialyoum)

Baca juga:

Iran Mengujicoba Peluncuran Roket Pembawa Satelit “Zoljanah”

Menlu Pakistan: Dari Bangsa Iran Kami Belajar Melawan Sanksi

DISKUSI: