Media AS: Sanksi Gagal Cegah Iran Jadi Pemain Terkemuka dalam Produksi Drone

0
177

Washington, LiputanIslam.com   Sanksi sepihak Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dinilai oleh media AS gagal mengusik proyek drone Iran.

Sebuah artikel yang dimuat di majalah The National Interest merujuk pada sanksi berusia satu dekade yang dijatuhkan AS terhadap sejumlah produsen drone Iran, termasuk Quds Aviation and Aerospace Industries Organization (IAIO) dan Iran Aircraft Manufacturing Industries Corporation (HESA).

“Selama bertahun-tahun, AS telah menjatuhkan sanksi terhadap komplek-komplek militer dan basis manufaktur Iran, termasuk IAIO dan HESA.  Namun demikian, sektor kedirgantaraan dan industri drone Iran terus berkembang dan berkembang,” tulis Eric Lob dan Edward Riehle dalam artikel itu, seperti dikutip Press TV, Senin (16/1),

Artikel itu menyebutkan, “Iran telah memproduksi dan mengoperasikan drone militer sejak Perang Iran-Irak pada pertengahan 1980-an. Dengan lebih dari 33 model, drone militer Iran yang sangat maju dan canggih menjadi salah satu dari empat pilar strategi keamanan dan struktur kekuatannya, melengkapi teknologi misil, pasukan proksi, dan perang sibernya.”

Artikel itu menambahkan bahwa “drone semakin menawarkan keuntungan asimetris ke Iran”, dan “memungkinkan Iran untuk memproyeksikan kekuatan dan memperoleh keuntungan, memamerkan teknologi, meningkatkan prestise, dan memperkuat aliansi di Timur Tengah dan sekitarnya.”

Awal bulan ini, AS memberlakukan sanksi terhadap enam eksekutif dan anggota dewan Industri Penerbangan Quds Iran dengan dalih bahwa Iran  telah memberi Rusia UAV untuk digunakan terhadap  Ukraina.

Iran berulang kali menepis keras tuduhan Washington. Desember lalu, Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Mohammad Reza Ashtiani mengatakan pejabat Ukraina telah gagal memberikan bukti atas klaim mereka bahwa Rusia menggunakan drone Iran dalam perang Ukraina.

The National Interest menyatakan, “Sanksi Barat tidak dapat mencegah Iran menjadi pemain terkemuka di pasar drone militer dan berbagi teknologi drone dengan mitra di dalam dan di luar Timur Tengah. ”

Artikel itu juga menyebutkan bahwa drone Iran lebih murah daripada “rekan-rekan Barat mereka dan telah terbukti efektif di medan perang.”

Ketua Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Baqeri bulan lalu mengatakan bahwa negaranya sekarang masuk dalam lima besar negara industri pesawat nirawak (UAV/drone). Dia mengatakan drone Iran dapat melakukan berbagai misi dengan akurasi dan ketahanan terbang yang tinggi. (mm/presstv)

Baca juga:

Dikenai Sanksi oleh Barat, Volume Ekspor Minyak Iran Malah Pecahkan Rekor di Tahun 2022

Menlu Iran Adakan Pertemuan dengan Faksi-Faksi Pejuang Palestina di Suriah

DISKUSI: