Dikenai Sanksi oleh Barat, Volume Ekspor Minyak Iran Malah Pecahkan Rekor di Tahun 2022

0
118

Teheran, LiputanIslam.com   Ekspor minyak Iran pada akhir 2022 mencapai rekor tertinggi selama negara republik Islam ini dikenai sanksi oleh AS sejak hampir lima tahun lalu, menurut laporan yang mengutip data dari layanan pelacakan kapal tanker internasional.

Laporan Reuters, Ahad (15/1), itu menyebutkan bahwa pengiriman minyak mentah Iran terus meningkat pada awal 2023 dengan pengiriman yang lebih tinggi ke China dan Venezuela.

Iran belum merilis angka resmi tentang ekspor minyaknya selama beberapa tahun terakhir di tengah upaya mengatasi sanksi sepihak AS.

Namun, angka dari perusahaan yang melacak aliran minyak di seluruh dunia menunjukkan peningkatan yang stabil dalam penjualan minyak Iran sejak pertengahan 2021, terutama untuk pembeli swasta di China.

Laporan Reuters mengutip angka dari konsultan energi SVB International yang menunjukkan bahwa ekspor minyak mentah Iran telah meningkat 42.000 barel per hari (bpd) pada Desember tahun lalu dibandingkan dengan November yang mencapai rata-rata 1,137 juta bpd.  Angka tersebut tertinggi yang dicatat oleh perusahaan itu untuk Iran pada pengiriman ke luar negeri sepanjang tahun 2022.

Data oleh Kpler, layanan pelacakan tanker internasional utama lainnya, menunjukkan bahwa ekspor minyak mentah Iran telah mencapai puncaknya pada 1,23 juta barel per hari pada November, tertinggi sejak Agustus 2022, sebelum turun menjadi tepat di bawah 1 juta barel per hari pada Desember.

Konsultan Petro-Logistik, perusahaan intelijen data minyak lainnya, mengatakan kepada Reuters bahwa ekspor minyak Iran bulan Desember telah mencapai level tertinggi sejak Maret 2019.

Laporan tersebut juga merilis perkiraan oleh Vortexa, yang juga melacak pasokan minyak, tentang impor minyak China dari Iran pada akhir 2022, da n menunjukkan bahwa pengiriman telah meningkat 130% YoY menjadi 1,2 juta barel per hari pada Desember 2022.

Angka-angka tersebut merupakan pertanda baru bahwa sanksi AS terhadap Iran gagal memotong pendapatan minyak negara itu menjadi nol, sebuah tujuan yang sering dinyatakan oleh mantan dan pejabat AS saat ini.

Mereka juga membenarkan upaya Iran dalam beberapa tahun terakhir untuk lebih mengandalkan sumber daya diplomatik dan ekonomi untuk mengatasi sanksi AS daripada tunduk pada tekanan Washington untuk mengurangi program nuklir, pertahanan, dan kebijakan luar negerinya dengan imbalan pelonggaran sanksi. (mm/presstv)

Baca juga:

Ribuan Orang di Iran Gelar Demo Anti-Majalah Prancis Charlie Hebdo

Iran Sambut Baik Kemungkinan Normalisasi Hubungan Suriah-Turki

DISKUSI: