Marah Besar, Jenderal Iran: Saudi Layak Mendapat Tamparan Keras

0
185

Teheran, LiputanIslam.com   Kepala Pusat Kajian Strategis Angkatan Bersenjata Iran Jenderal Amir Pourdastan menunjukkan kemarahan besar militer negara ini atas apa yang dia sebut campur tangan  Arab Saudi dalam urusan Iran, dan mengancam akan bertindak tegas.

Dalam wawancara dengan kantor berita Fars, Sabtu (19/11), Pourdastan memperingatakan, “Saudi harus tahu bahwa Iran selama ini bersabar, tapi kesabaran ada batasnya.”

Seperti diketahui, Iran menuding Barat dan Saudi menunggangi dan bahkan mendalangi  peristiwa gelombang kerusuhan yang terjadi belakangan ini di Iran.

Dia mengatakan, “AS, Eropa dan rezim Saudi harus tahu bahwa kami memiliki banyak instrumen kuat untuk kami gunakan secara proksi  dan kombinatif terhadap mereka, yang akan direncanakan pada waktunya.  Mengingat pengalaman saya di Angkatan Bersenjata, harus saya katakan bahwa semua ulas musuh pasti akan ditanggapi, dan tanggapan ini akan menjerakan musuh.”

Dia juga menyebut nama Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman dengan mengatakan, “Bin Salman telah menunjukkan permusuhannya, padahal para pemimpin Saudi sebelumnya berhasrat untuk sedikit mengurangi ketegangan serta menjalin komunikasi sebagaimana kita lihat telah dilakukan pada banyak level, yang contohnya adalah kemudahan yang telah diadakan untuk para peziarah. Tapi sejak Bin Salman masuk, dia menunjukkan tak berhasrat demikian dan malah berusaha berkonfrontasi dengan Republik Islam Iran, dan itupun lantaran diarahkan oleh para Zionis AS dan Israel.”

Dia menjelaskan, “Keinginan AS dan Israel ialah senantiasa ada jarak antara kami dan mereka (Saudi), dan Bin Salman adalah orang yang paling bisa membuak jarak ini. Bin Salman sekarang menciptakan iklim diktatorisme di Saudi tapi di saat yang sama juga membuka pintu lebar-lebar untuk pola-pola Barat. Namun, Republik Islam Iran, mengingat kapasitas dan potensi yang dimilikinya, memiliki kekuatan sedemikian rupa sehingga sanggup menguasakan kehendak kami di kawasan meski Bin Salman akan dibela AS dan Israel.”

Mengenai gelombang kerusuhan di Iran, Jenderal Amir Pourdastan mengatakan , “Menurut kami, sungguh kami dalam peristiwa ini telah bersabar, dan saya sendiri merasakan bahwa terkait dengan fitnah ini sudah sepatutnya Saudi mendapat tamparan keras melalui pasukan proksi dan kapasitas yang ada di kawasan. Tapi saya kira, para pejabat kita masih akan bersabar dan berbesar hati seperti biasa. Hanya saja, Saudi harus tahu bahwa kesabaran pada akhirnya memiliki keterbatasan, dan jika ia sedikitnya saja meningkatkan aksi permusuhannya maka pasti reaksi kami terhadap tindakan ini akan menjerakan.” (mm/fna)

Baca juga:

Bin Salman Bantu Trump untuk Jadi Presiden AS Lagi

Ketika Senjata Minyak Riyadh Lebih Ampuh dari Senjata HAM Washington

DISKUSI: