Mantan Kepala Intelijen Saudi Nyatakan NegaranyaTak Berencana Normalisasi Hubungan dengan Israel

0
196

Dubai, LiputanIslam.com –   Mantan kepala intelijen Arab Saudi Pangeran Turki Al-Faisal menyatakan bahwa negaranya tidak sedang bersiap untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, dan bahwa kredibilitas Arab Saudi “jauh lebih tinggi” dibandingkan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Al-Faisal berkomentar demikian dalam wawancara dengan CNN, Kamis (3/12/2020), sebagai tanggapan atas laporan-laporan yang bersumber dari Israel mengenai adanya pertemuan terselubung Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dengan Netanyahu belum lama ini.

“Menteri Luar Negeri Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, membantah sepenuhnya, dan sayangnya media mengikuti apa yang dikeluarkan dari Israel dan tidak mengikuti apa yang dikeluarkan dari Kerajaan (Saudi),” ujarnya.

Dia menambahkan, “Kerajaan menyangkal ini dan saya pikir kredibilitas Kerajaan harus jauh lebih tinggi daripada kredibilitas orang seperti Netanyahu, orang yang di negaranya dituduh telah berbohong kepada orang-orang Israel dalam beberapa hal, jadi bagaimana mereka bisa mempercayai seorang pembohong dan tidak percaya kepada orang yang jujur ​​dalam semua publikasi sebelumnya.”

Menanggapi pertanyaan apakah ada persiapan normalisasi antara Arab Saudi dan Israel, Al-Faisal mengatakan, “Tidak ada persiapan apa-apa. Kerajaan memiliki pendirian yang tetap, dan Raja pun dalam pidatonya kepada Majelis Permusyawaratan telah menyebutkan bahwa masalah Palestina adalah masalah pertama Kerajaan, dan bahwa Kerajaan konsisten kepada Inisiatif Arab untuk Perdamaian.”

Beberapa waktu lalu, berbagai media dan bahkan sejumlah pejabat Israel melaporkan bahwa Netanyahu diam-diam berkunjung ke kota Neom, Arab Saudi, untuk mengikuti pertemuan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dengan Mohamed bin Salman sehingga rapat kabinet Netanyahu untuk membahas penanggulangan pandemi Covid-19 ditunda.  (mm/raialyoum)

Baca juga:

Tegang dengan Iran, Israel Mulai Terima Kapal Perang Canggih dari Jerman

Majelis Umum PBB Desak Israel Mundur dari Golan Suriah

DISKUSI: