Makin Sangar, Rusia Kini Mengaku Bermaksud Gulingkan Rezim di Kyiv

0
188

Kairo, LiputanIslam.com   Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa, tak seperti seperti belumnya, Negeri Beruang Merah ini sekarang bertujuan menggulingkan pemerintah Ukraina.

“Kami pasti akan membantu rakyat Ukraina untuk membebaskan diri dari rezim yang sepenuhnya anti-rakyat dan anti-sejarah,” kata Lavrov yang sedang berada di Kairo, ibu kota Mesir, Ahad (24/7), berkenaan dengan invasi militer Rusia di Ukraina yang telah berlangsung sekira lima bulan.

Di awal safarinya ke Mesir, Ethiopia, Uganda dan Kongo untuk memperkuat dukungan kepada perang Rusia terhadap Ukraina itu, Lavrov menambahkan bahwa bangsa Rusia dan bangsa Ukraina “akan hidup bersama di masa mendatang”.

Lavrov menyatakan demikian setelah para pemimpin Rusia secara terbuka mengeraskan sikapnya terkait perang Ukraina dalam beberapa hari terakhir.

Rabu lalu, Lavrov menyampaikan ancaman Rusia akan menduduki lebih banyak wilayah di luar wilayah Donbass di Ukraina timur, tempat konsentrasi sebagian besar pertempuran.

Pernyataan itu menyalahi pernyataan Lavrov sebelumnya dalam wawancara dengan India Today pada April lalu. Saat itu dia mengatakan, “Kami tidak memiliki rencana untuk perubahan rezim di Ukraina. Terserah Ukraina untuk memutuskan di bawah kepemimpinan mana mereka ingin hidup.”

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam pidato video pada Ahad malam menegaskan bahwa Ukraina akan terus melakukan semua yang bisa dilakukan dalam melawan Rusia.

“Kami melakukan segalanya untuk menimbulkan kerusakan setinggi mungkin pada musuh dan untuk mengumpulkan dukungan sebanyak mungkin untuk Ukraina,” ujarnya.

Dia juga mengklaim,“Bahkan penjajah mengakui bahwa kami akan menang. Kami mendengarnya dalam percakapan mereka sepanjang waktu – dalam apa yang mereka katakan kepada kerabat mereka ketika mereka memanggil mereka.”

Zelensky menyebutkan bahwa Ukraina memiliki minggu yang penting di depan, dengan liburan mendekat di tengah apa yang disebutnya “perang kejam”.

“Tapi kami akan merayakannya dengan segala rintangan. Karena orang Ukraina tidak akan takut,” sumbarnya. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Ini Senjata Andalan Putin di Ukraina

Direktur CIA: Rusia Memang Ingin Mendapatkan Drone Militer Iran

DISKUSI: