Makin Panas, Turki dan Mesir Sama-Sama Gelar Latihan Perang Dekat Libya

0
168

Kairo, LiputanIslam.com – Militer Mesir segera menunjukkan reaksi tegas sehari setelah pasukan Turki mengumumkan manuver militernya di dekat Libya.

Menteri Pertahanan Mesir Letjen Mohamed Zaki, Kamis (9/7/2020), menyerukan kepada angkatan bersenjata negara ini agar mempertahankan status siaga tertingginya untuk menghadapi segala kemungkinan ancaman.

Media Mesir mengabarkan bahwa militer negeri piramida ini sedang bersiap menggelar manuver militer di dekat perbatasan Libya dengan sandi  “Decisive 2020”, yang merupakan tanggapan terhadap pengumuman Turki tentang latihan perang angkatan lautnya di Mediterania.

Para pengamat menilai sandi yang dipakai untuk latihan perang pasukan Mesir itu sebagai pertanda memanasnya situasi.

Saluran Mesir Al-Qahira wa Al-Nas dalam sebuah posting di Twitter menyebutkan bahwa Angkatan Bersenjata Mesir, dengan semua cabang utamanya, menggelar manuver Decisive 2020 di perbatasan barat dekat Libya, dan ini terjadi setelah Angkatan Laut Turki mengumumkan akan mengadakan manuver besar di lepas pantai Libya.

Media Turki mengutip pernyataan Angkatan Laut Turki bahwa manuvernya akan menggunakan sandi “Naftex”, dan akan berlangsung di lepas pantai Libya di tiga wilayah berbeda, dan masing-masing akan memakai nama khusus, yaitu “Barbaros”, “Targot Rais” dan “Teluk Chaka”.

Media Turki menyebutkan bahwa manuver-manuver ini akan berlangsung segera, dan bahwa mereka sedang berlatih untuk mengantisipasi perang di Mediterania timur, di samping apa yang disebutnya sebagai eskalasi ketegangan di Libya belakangan ini.

Seperti diketahui, Turki terlibat langsung dalam perang saudara di Libya dengan menyokong operasi militer kubu Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) terhadap kubu Tentara Nasional Libya (LNA) yang didukung Mesir.

Beberapa waktu lalu, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi memperingatkan bahwa Sirte merupakan “garis merah” bagi keamanan nasional Mesir.

Baca: Turki Gelar Latihan di Perairan Libya, Antisipasi Kemungkinan Perang?

Seorang pejabat senior anonim Turki lantas mengatakan kepada Reuters bahwa pernyataan el-Sisi itu tak dapat membendung dukungan Turki kepada sekutunya di Libya. Selain itu, Wakil Presiden Turki Yasin Aktay balik memperingatkan bahwa “campurtangan Mesir secara langsung akan membuat Mesir berhadapan dengan Turki yang merupakan anggota NATO”.

Baca: GNA Bersumpah akan Membalas Serangan LNA Terhadap Pangkalan Udara

Pengamat militer Mesir Mohamad al-Kanani menyatakan bahwa manuver militer baru Mesir menegaskan kesiapan negara ini untuk menghadapi segala skenario terkait dengan Libya.

Sekjen PBB Antonio Guterres mengaku sangat cemas atas pergerakan yang sedang berlangsung terkait dengan kota Sirte yang dikuasai LNA dan akan diserang oleh GNA.(mm/raialyoum/amn)

DISKUSI: