Mahmoud Abbas: Normalisasi dengan Israel, Halusinasi yang Tak akan Berbuah Perdamaian

0
227

Ramallah, LiputanIslam.com –  Ketua Otoritas Palestina Mahmoud Abbas alias Abu Mazen menyebut normalisasi hubungan sejumlah negara Arab dengan Rezim Zionis Israel sebagai halunisinasi yang tak akan pernah bermuara pada perdamaian.

Bersamaan dengan ini, Hamas menyebut pembukaan Kedubes Israel di Abu Dhabi sebagai bukti kebersikukhan Uni Emirat Arab (UEA) pada “kesalahan nasional”-nya.

Dikutip Al-Quds Al-Arabi, Selasa (29/6), dalam kata sambutan pada sebuah konferensi ilmiah di Universitas Quds, Ramallah, Tepi Barat, Mahmoud Abbas mengatakan, “Sudah jelas bagi semua orang bahwa perjanjian normalisasi yang dinamai Perjanjian Abraham adalah ilusi yang tak akan pernah membuahkan hasil. Perdamaian dan keamanan tidak akan tercapai kecuali jika pendudukan diakhiri dan rakyat Palestina dapat meraih haknya untuk bebas, merdeka dan memiliki negara yang beribu kotakan Baitul Maqdis (Quds/Yerussalem).”

Mengenai konferensi itu sendiri, Abu Mazen mengatakan, “Dunia mulai melihat realitas bahwa Israel adalah rezim pendudukan dan rasis… Saya yakin bahwa para peneliti dan peserta konferensi ini dapat memainkan peran penting dalam pengungkapan fakta dan pembongkaran narasi-narasi keliru proyek Zionis yang dibuat oleh negara-negara Barat demi tujuan yang sepenuhnya imperialistik.”

Dia menjelaskan, “Kekuatan-kekuatan imperialis Barat telah membentuk Israel di Timteng pada abad-abad 19 dan 20. Tujuan mereka adalah memecah belah dan melemahkan kawasan ketika mereka membuat konspirasi di mana mereka mengalirkan imigran Yahudi ke Palestina dan mengakui negara bernama Israel. Dukungan Barat kepada Israel telah menyebabkan pengungsian lebih dari separuh penduduk pribumi Palestina, yang jumlahnya mencapai lebih dari 6.5 juta jiwa.”

Abu Mazen menyatakan demikian bersamaan dengan pembukaan Kedubes Israel untuk Uni Emirat Arab (UEA) di Abu Dhabi, Selasa.  UEA adalah negara Arab pertama yang pada tahun lalu mengadakan normalisasi hubungan dengan Israel melalui mediasi AS. Negara ini kemudian disusul oleh Bahrain, Sudan dan Maroko dalam normalisasi tersebut.

Faksi pejuang Hamas menyebut pembukaan Kedubes Israel di Abu Dhabi sebagai “kebersikerasan pemerintah Emirat pada kesalahan nasional”.

Jubir Hamas Hazim Qasim dalam sebuah statemennya menyatakan, “Pembukaan Kedubes Rezim Zionis di Abu Dhabi merefleksikan kebersikukuhan pemerintah Emirat pada kesalahan nasional yang mereka lakukan dengan meneken perjanjian normalisasi.”

Dia juga menyebutkan bahwa peresmian Kedubes itu terjadi bersamaan dengan operasi Israel menghancurkan rumah-rumah orang Palestina di lingkungan Salwan di kota Quds.

“Ini membuktikan kebenaran apa yang selalu kami peringatkan bahwa perjanjian normalisasi akan mendorong rezim pendudukan untuk meningkatkan agresinya terhadap bangsa kami dan apa yang mereka sucikan,” ungkap jubir Hamas. (mm/fna/raialyoum)

Baca juga:

Berkunjung ke Libanon, Pemimpin Hamas Jumpai Sekjen Hizbullah

Jihad Islam Palestina: Tel Aviv akan Dibambardir jika Israel Melakukan Aksi Teror

DISKUSI: