Macron: Hizbullah Bagian Dari Sistem Politik Libanon dan Terpilih Secara Demokratis

0
95

Beirut, LiputanIslam.com –   Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam kunjungannya ke Pelabuhan Beirut, ibu kota Libanon, mengakui kelompok pejuang Hizbullah sebagai bagian dari sistem politik dan terpilih secara demokratis di Libanon.

Dalam kunjungan itu Macron juga mengaku akan menggunakan pengaruhnya untuk pemerintahan baru Libanon dan penerapan kewenangan di negara yang baru tertimpa bencana akibat ledakan dahsyat di pelabuhan tersebut, yang menewaskan ratusan orang dan melukai ribuan ainnya, pada 4 Agustus 2020.

Namun, dia juga mengingatkan bahwa dana yang dijanjikan Paris tidak akan pernah cair selagi reformasi politik di Libanon belum dijalankan.

“Saya tidak akan pernah melepaskan uang yang dijanjikan ke Lebanon pada konferensi Paris 2018 kecuali reformasi diterapkan,” katanya.

Selanjutnya, Macron berkunjung ke Istana Baabda di Beirut dan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Michel Aoun, yang juga dihadiri oleh ketua parlemen Nabih Berri.

Macron menyatakan dukungan Prancis untuk Lebanon, dan menekankan bahwa Lebanon akan mampu mengatasi krisis yang dialaminya.

Macron di halaman Twitter-nya memosting cuitan berbahasa Arab yang menyebutkan bahwa nilai-nilai kebebasan, dialog, dan kerukunan hidup berdampingan telah tertanam di Lebanon.

“Kebebasan, dialog, dan hidup berdampingan: ini adalah nilai-nilai yang mengakar kuat di Lebanon, negara yang kekuatannya berasal dari sejarah seratus tahun Negara Lebanon Raya,” bunyi cuitan itu.

“Lebanon akan dapat pulih dari krisis yang dialaminya. Izinkan saya memberitahu Anda atas nama Prancis bahwa kami akan selalu mendukung rakyat Lebanon,” imbuhnya.

Macron tiba di Libanon pada hari Senin (31/8/2020) dalam kunjungan resmi selama dua hari bersamaan dengan peringatan satu abad pertama proklamasi negara Libanon Raya. (mm/alalam)

Baca juga:

Nasrallah: Gerakan Asing Anti-Hizbullah Kali Ini Terparah Dalam 50 Tahun Terakhir

INSS: Hizbullah Tak Takut Reaksi Israel

DISKUSI: