INSS: Hizbullah Tak Takut Reaksi Israel

0
217

TelAviv, LiputanIslam.com –  Jenderal Purnariwan Israel Amos Yadlin yang juga Direktur Eksekutif Institut Studi Keamanan Nasional (INSS) Universitas Tel Aviv menyatakan ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Israel tak dapat mencegah Hizbullah dan bahwa kelompok pejuang yang berbasis di Libanon ini tidak takut kepada reaksi Israel.

“Serangan teroris yang berulang dan pernyataannya di media menunjukkan bahwa kelompok itu tidak terhalang dan tidak takut kepada balasan Israel dalam skala besar,” ungkap televisi Saluran 7 Israel, mengutip pernyataan Yadlin, Kamis (27/8/2020).

Yadlin menambahkan bahwa dalam upayanya untuk menjaga keseimbangan antara penggunaan kekuatan berskala terbatas dan pemastian pencegahan Hizbullah, Israel telah telah mencapai “titik berbahaya yang kemungkinan akan mengarah pada eskalasi.”

Yadlin membuat pernyataan demikian menyusul meningkatnya ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon dalam beberapa hari terakhir.

Sehari sebelumnya, Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Jenderal Aviv Kochavi, meninjau area militer utara, menyusul apa yang disebut Israel sebagai serangan tembakan di perbatasan negara ilegal Zionis ini dengan Lebanon.

Kochavi mendengarkan tinjauan operasional para komandan militer dan membuat penilaian situasi untuk membahas perkembangan terkini di front utara dan mempersiapkan skenario.

Dia memuji “kemampuan operasional dan intelijen pasukan di lapangan dan tingkat kesiapan mereka.”

Dia mengatakan, “Tentara akan terus menjaga kesiapan yang tinggi untuk menjamin keamanan penduduk dan kedaulatan negara Israel.”

Senada dengan ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, “Israel tembakan Hizbullah terhadap pasukan kami sebagai bahaya besar… Israel akan membalas dengan kekuatan untuk setiap serangan apapun.”

Dia menambahkan, “Hizbullah menempatkan negara Lebanon dalam bahaya lagi karena agresinya, dan saya menyarankannya untuk tidak menguji kekuatan serangan Israel.” (mm/rta)

Baca juga:

Israel Serangan Pos Hizbullah, Sayid Nasrallah Masih Enggan Berkomentar

Kushner Sebut Pemulihan Hubungan Saudi dengan Israel “Perkara Pasti”

 

DISKUSI: