Hizbullah Rilis Video Ancaman, Ini Komentar Media Israel

0
158

Beirut, LiputanIslam.com   Media Israel mengomentari video ancaman yang dirilis oleh kelompok pejuang Hizbullah Lebanon terhadap Rezim Zionis, Ahad (31/7).

Video Hizbullah itu memperlihatkan koordinat anjungan gas Israel di lepas pantai Palestina dan membawa pesan tegas untuk Tel Aviv.

Koresponden Channel 12 Israel urusan Arab Yaron Schneider mengatakan,”Video yang diterbitkan oleh media perang Perlawanan Islam di Lebanon diarahkan pada kami (Israel), dan itu merupakan ancaman terbaru Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah.”

Schneider menambahkan, “Ancaman Sayyid Nasrallah ditujukan terhadap platform gas Karish, dan bahkan juga kapal-kapal di perairan sekitarnya, serta  serangkaian target di laut, terutama di sekitar wilayah yang disengketakan, yang merupakan subjek negosiasi yang saat ini sedang berlangsung antara Israel dan Lebanon.”

Sebelumnya di hari yang sama, Media Perang Resistensi Islam di Lebanon menerbitkan sebuah video yang menampilkan koordinat anjungan gas Rezim Zionis di lepas pantaiPalestina pendudukan 1948. Video ini diberi judul bernada ancaman terhadap Israel: “(Kalian) ada dalam bidikan kami… Percuma Mengulur Waktu”.

Video itu memperlihatkan kapal bor dan unit produksi terapung serta informasi yang berkaitan dengan spesifikasi dan kordinat geolokasinya  serta asal dan rincian kapal di laut berdasarkan bendera yang terpasang. Video itu juga menyebutkan jarak setiap kapal itu dari pantai Lebanon.

Video tersebut dirilis oleh Hizbullah bersamaan dengan kunjungan koordinator AS, Amos Hochstein, ke Lebanon, dan pertemuannya dengan para pejabat Lebanon untuk membahas demarkasi perbatasan Lebano-Israel.

Seorang ahli militer mengatakan bahwa video itu dirilis oleh media militer Resistensi Islam di Lebanon dan direkam dengan menggunakan kamera termal canggih.

“Video ini membuktikan bahwa kubu resistensi (Hizbullah) tidak memerlukan drone untuk mengambil gambar kapal angkatan laut pasukan pendudukan,” ungkap ahli itu.

Dia menambahkan bahwa kapal angkatan laut Israel masih berada di radius bidik Hizbullah dan radarnya.

Beberapa waktu lalu, pemimpin Hizbullah Sayid Hassan Nasrallah menegaskan, “Ketika segala sesuatunya menemui jalan buntu, kami tidak hanya akan berdiri di hadapan Karish… Tandai kata-kata ini: kami akan mencapai Karish, di luar Karish, dan di luar, di luar Karish.”

Menyusul pernyataan ini, media Israel melaporkan bahwa pasukan Zionis memperkuat pasukannya untuk melindungi platform lapangan Karish.

Mayjen Amos Gilad dari pasukan cadangan Israel mengatakan bahwa ancaman Nasrallah harus ditanggapi dengan “serius dan kesiapan,” dan bahwa “jika Hizbullah menyerang platform Karish atau platform lainnya, ini tentu saja akan mengarah ke konfrontasi yang bisa mencapai dimensi yang sangat luas.”

Pada 2 Juli lalu, Hizbullah meluncurkan tiga drone menuju  Karish dalam misi pengintaian, dan memastikan bahwa drone itu  “telah menyelesaikan misi yang diperlukan dan menyampaikan pesan (kepada Israel).”(mm/almayadeen/raialyoum)

Baca juga:

Dilema Kubu AS di Lebanon, Penuhi Tantangan Hizbullah atau Dipermalukan

Hizbullah: Berkat Revolusi Islam, Israel Tak Perlu ‘Ditakuti’ Lagi

DISKUSI: