Kubu Pro-Saudi Akui 4 Perwira Militernya, Termasuk 1 Jenderal, Tewas

0
187

Sumber foto: middle east monitor

Aden, LiputanIslam.com –  Kubu presiden pelarian Yaman, Abd Rabbuh Mansour Hadi, yang didukung Arab Saudi dan sekutunya, mengakui empat perwiranya, termasuk satu jenderal, tewas dalam pertempuran terbaru melawan para pejuang Ansarullah (Houthi).

Pusat media kubu Mansour Hadi, Kamis (18/6/2020), merilis statemen yang menyebutkan bahwa pada hari itu telah disemayamkan jenazah Brigjen Hamid bin Mansour al-Qaefi, penasehat komandan operasi gabungan yang bernaung di bawah kementerian pertahanan pemerintahan Hadi, serta jenazah tiga perwira lainnya, yaitu Mayor Abdul Fattah Abu Rais, Letnan Bilal Mohammad Jabir, dan Letnan Sholah Hamid.

Menurut statemen tersebut, empat perwira itu terbunuh dalam “pertempuran perampungan pembebasan tanah air dari milisi pemberontak Houthi”.

Statemen itu tidak menyebutkan waktu dan tempat terbunuhnya empat perwira tersebut, namun dalam beberapa hari terakhir berkobar pertempuran sengit di distrik Nahom di sebelah timur Sanaa, ibu kota Yaman, antara pasukan loyalis Hadi dan Ansarullah hingga jatuh beberapa korban tewas dan luka dari kedua belah pihak.

Baca: Pemimpin Ansarullah Yaman Ingatkan Keberpihakan Saudi dan UEA  kepada Israel

Yaman dilanda perang antara pasukan loyalis Mansour Hadi dan para pejuang gerakan Ansarullah yang menguasai Sanaa dan beberapa provinsi sejak 2014.

Sejak Maret 2015, koalisi militer Arab, yang dipimpin oleh Arab Saudi, melancarkan invasi militer ke Yaman dengan dalih membela pemerintahan Mansour Hadi melawan Ansarullah yang didukung oleh Iran.

Baca: Rusia Bantah Laporan PBB Soal Keterlibatan Iran dalam Serangan ke Kilang Minyak Saudi

Perang ini menyebabkan krisis kemanusiaan terburuk di mana 80 persen penduduk Yaman membutuhkan bantuan, sementara semua sektor negara ini nyaris hancur total, termasuk sektor kesehatan di tengah pandemi Covid-19. (mm/raialyoum)

DISKUSI: