KTT SCO, Presiden Iran Serukan Perlawanan terhadap Unilateralisme AS

0
24

Samarkand, LiputanIslam.com  Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi meminta negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) mengadopsi pendekatan baru dalam upaya menghadapi unilateralisme Amerika Serikat ( AS).

Berbicara pada KTT ke-22 SCO di Samarkand,  ibu kota Uzbekistan, Jumat (16/9), Presiden Raisi mengatakan bahwa pemerintah AS berusaha untuk memaksakan niat dan undang-undang internalnya pada sistem internasional dan negara-negara merdeka.

“Tidak ada keraguan bahwa AS memblokir negara-negara ini di jalan mereka menuju pembangunan,” katanya.

Dia meminta SCO “mengadopsi langkah-langkah khusus untuk menghadapi unilateralisme dan sanksi kejam AS”.

Dia menyebutkan bahwa salah satu solusinya adalah membentuk perdagangan berkelanjutan antarnegara anggota SCO yang membutuhkan pembangunan infrastruktur bersama di bidang-bidang semisal transaksi keuangan.

Presiden Raisi juga menyebut keamanan transportasi dan energi sebagai dua bidang utama lain bagi SCO. Mengacu pada kurangnya infrastruktur yang memadai di sektor transit di antara negara-negara anggota, dia mengatakan Iran telah memberikan prioritas khusus untuk pengembangan koridor Utara-Selatan, dan berinvestasi besar-besaran dalam proyek ini.

Dia menambahkan, “Selain itu, Koridor Laut China-Asia Tengah-Asia Barat (Timteng)-Mediterania yang memiliki potensi tinggi saat ini dipandang sebagai bagian penting dari solusi pengembangan perdagangan antara Eurasia Timur dan Barat. Dengan kerjasama anggota SCO, dimungkinkan untuk memberikan alasan yang diperlukan untuk penerapan koridor ini dan bagi anggota untuk mendapatkan keuntungan darinya.”

Dia juga menjelaskan bahwa transit yang berkelanjutan membutuhkan kerjasama multilateral antarnegara anggota dalam mengembangkan infrastruktur yang dibutuhkan, dan Iran siap menawarkan jaringan transit dan kapasitas pelabuhannya di Laut Kaspia, Laut Oman, dan Teluk Persia untuk meningkatkan transit.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT tersebut, Presiden Raisi memastikan negara dan bangsanya pantang menyerah pada hegemoni dan intimidasi AS, dan bahwa negara-negara AS dan Eropa telah gagal mengindahkan komitmen mereka pada kesepakatan nuklir tahun 2015, yang lazim disebut Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Dia mengecam AS dan Eropa disebutnya tidak mematuhi kewajiban mereka dan enggan mencabut sanksi terhadap Teheran.

“Republik Islam Iran tidak akan pernah tunduk pada intimidasi AS,” tegas Raisi.

Dia menambahkan, “Meski permusuhan belum dihentikan dan tidak akan dihentikan, Iran berhasil melanjutkan jalur kemajuan dan perkembangannya.”

Di pihak lain, Presiden China memuji pendirian independen Iran dalam berbagai isu internasional, dan menyatakan bahwa hubungan Iran-China merupakan hubungan strategis dan akan terus berkembang serta terlepas dari perkembangan internasional apa pun. (mm/fna)

Baca juga:

Kontak Telefon dengan PM Armenia, Presiden Iran: Israel Ancaman bagi Kawasan Kaukasus

PBB Serukan Penghentian Sanksi terhadap Iran

DISKUSI: