Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinian, Selasa (13/9), menyebut kehadiran Rezim Zionis Israel di manapun, termasuk kawasan Kaukasus, sebagai ancaman, tak terkecuali bagi tuan rumahnya.
Presiden Iran mengaku prihatin atas eskalasi ketegangan di kawasan Kaukasus, dan mengatakan, “Kaukasus sedang mengalami kondisi khusus dan sayangnya, perdamaian belum pulih di kawasan ini.”
Dia menunjukkan bahwa Iran sangat mementingkan keamanan dan stabilitas kawasan tersebut.
“Para penandatangan pernyataan gencatan senjata tripartit harus mematuhi ketentuannya dan menahan diri dari tindakan apa pun untuk menciptakan ketegangan di kawasan itu,”ungkapnya.
Sedikitnya 50 tentara Armenia tewas pada hari Selasa dalam bentrokan perbatasan paling berdarah dengan Azerbaijan sejak perang antara kedua negara Kaukasus pada 2020.
Kekerasan kembali pecah ketika Rusia yang menjadi penengah tradisional di kawasan itu disibukkan dengan operasi militernya di Ukraina.
“Sejauh ini, kami memiliki 50 (tentara) tewas (…) dan sayangnya ini bukan angka terakhir,” kata Pashinian dalam pidatonya di depan parlemen di Yerevan.
Armenia dan Azerbaijan telah berperang dua kali selama tiga dekade terakhir untuk menguasai Nagorno-Karabakh. Perang terakhir antara kedua negara meletus pada tahun 2020.
Azerbaijan juga mengaku telah jatuh beberapa korban di pihaknya, namun tidak menyebutkan angka.
Presiden Raisi mengatakan, “Iran mengikuti perkembangan di kawasan Kaukasus dengan cermat.”
Dia juga menekankan bahwa kawasan itu sudah tidak sanggup menanggung beban perang lagi.
Di pihak lain, Pashinian memberikan laporan kepada presiden Iran mengenai perkembangan terakhir di Kaukasus.
Dia mengatakan, “Republik Islam Iran selalu memainkan peran yang konstruktif dan berpengaruh dalam menyelesaikan ketegangan dan krisis di kawasan”.
Pashinian juga mengaku puas atas perkembangan hubungan antara Teheran dan Yerevan, dan menambahkan bahwa Armenia berusaha untuk memperkuat hubungan dengan Republik Islam Iran di semua bidang.
Iran memandang Israel yang menjalin hubungan baik dengan Azerbaijan sebagai biang kerok instabilitas dan ketidakamanan di Kaukasus, serta menekankan bahwa kebiadaban Israel yang didukung AS tidak akan mengubah takdir buruk Rezim Zionis. (mm/fna/alalam)
Baca juga: