PBB Serukan Penghentian Sanksi terhadap Iran

0
35

Teheran, LiputanIslam.com  Pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)  Alena Douhan menyerukan penghapusan sanksi sepihak terhadap Iran dalam sebuah laporan yang merinci  dampak embargo selama beberapa dekade di negara republik Islam ini.

Dalam laporan yang diterbitkan pada hari Senin (12/9), Alena Douhan, yang perannya difokuskan pada dampak negatif sanksi tersebut, mengatakan bahwa sanksi itu telah mempengaruhi hampir setiap aspek kehidupan di Iran. Dia lantas menyerukan agar sanksi tersebut dicabut.

Menurut Douhan, bahkan ketika obat-obatan dan makanan seharusnya dibebaskan dari sanksi, lisensi umum yang dikeluarkan oleh Kantor Pengawasan Aset Asing AS (OFAC) untuk memastikan pengecualian “tampaknya tidak efektif dan hampir tidak ada”.

Dia mengatakan pengiriman obat-obatan dan peralatan medis ke Iran “sangat dirusak” oleh efek sanksi pada keuangan, perdagangan, pengiriman, asuransi, dan kepatuhan berlebihan dari pihak bisnis dan pemasok asing.

“Ini merupakan hambatan serius untuk menikmati hak atas standar kesehatan tertinggi yang dapat dicapai oleh semua orang Iran,” katanya.

Sanksi telah dijatuhkan pada Iran sejak 1979, ketika revolusi Islam terjadi di negara ini.

Sebagian besar sanksi itu dijatuhkan oleh Amerika Serikat (AS), namun pihak-pihak lain termasuk Uni Eropa, Australia dan Kanada juga memiliki sejarah memasukkan Iran ke dalam daftar hitam dan disebutkan dalam laporan tersebut.

Sejak 2018, ketika mantan Presiden AS Donald Trump secara sepihak mundur dari kesepakatan nuklir Iran 2015 yang didukung PBB dengan kekuatan dunia, Washington telah memberlakukan kampanye sanksi keras “tekanan maksimum”  yang kemudian diperluas oleh Presiden Joe Biden, bahkan ketika upaya terus dilakukan untuk memulihkan kesepakatan tersebut. (mm/aljazeera)

Baca juga:

Iran: Trio Eropa Terpengaruh Propaganda Israel

Iran Blak-Blakan Nyatakan Kembangkan Drone Kamikaze Khusus Ganyang Israel

DISKUSI: