KTT GCC Rilis Deklarasi, Raja Salman Serukan Aliansi Anti-Iran

0
160

Riyadh, LiputanIslam.com –  Para pemimpin negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC), Selasa (10/12/2019), merilis deklarasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) mereka di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, yang antara lain menegaskan keharusan memperkuat mekanisme kerjasama antarmereka.

Mereka menyatakan bahwa agresi terhadap salah satu anggota GCC adalah agresi terhadap semua anggota, dan bahwa tujuan utama organisasi ini ialah realisasi integrasi dan keterikatan negara-negara anggota satu sama lain.

Deklarasi penutupan KTT Riyadh menekankan pentingnya integrasi militer dan keamanan di kawasan Teluk serta optimalisasi industrialisasi militer.

GCC menyatakan mendukung langkah-langkah yang diambil oleh Arab Saudi, dan menyokong kepeduliannya kepada stabilitas pasar minyak.

Dewan ini menyebutkan, “Tantangan-tantangan yang sedang dilalui kawasan ini mengkonfirmasi pentingnya memperkuat mekanisme kerjasama, serta integrasi militer dan keamanan untuk menjamin keselamatan negara-negara GCC.”

Deklarasi itu juga menekankan bahwa negara-negara anggota GCC bekerjasama dengan negara-negara sahabat mereka untuk menghadapi ancaman militer.

KTT GCC ini dibuka oleh Raja Saudi Salman bin Abdulaziz. Dalam pidato pembukaannya, dia menyatakan bahwa GCC dapat melewati krisis demi krisis yang melanda Teluk Persia.

Baca: Saudi Umumkan Kemungkinan Gencatan Senjata dan Penyelesaian Konflik Yaman

Sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Saudi, SPA, dia juga menyerukan kepada negara-negara anggota organisasi ini agar “bersatu dalam menghadapi agresi Iran”.

“Rezim Iran terus melakukan tindakan-tindakan agresifnya dan menyokong teroris, sehingga menuntut kita untuk menjaga raihan negara-negara kita dan kepentingan bangsa-bangsa kita, bekerjasama dengan lembaga internasional untuk menghentikan campurtangan rezim ini, dan mengamankan diri dari serangan rudal-rudal balistik,” seru Salman.

Baca: Erdogan: Kekerasan Israel Mendapat Motivasi dari Sebagian Negara Arab

Dia menekankan pentingnya “perlakuan serius terhadap program nuklir Iran untuk pengembangan rudal balistik”, dan keharusan “pemenuhan sumber-sumber energi dan keamanan jalur-jalur perairan dan pelayaran di kawasan”. (mm/rtarabic/fars)

DISKUSI: